Kemendag Tetapkan Harga Gula Nasional Rp12.500/Kg

"Penetapan harga gula pada level Rp12.500 per-kilogram sesuai dengan amanat Presiden RI Joko Widodo"
Gula Pasir (Net)

KLIKPOSITIF -- Kementerian Perdagangan Republik Indonesia mempertemukan produsen dan distributor gula untuk membuat kerja sama dalam menjaga harga gula pada level Rp12.500 per-kilogram. Kerjasama tersebut dilakukan dalam bentuk MoU.

Menteri Perdagangan RI Enggartiasto Lukita mengatakan kerjasama tersebut dilakukan untuk menjaga kestabilan harga dan pasokan gula tersebut. Menurutnya penetapan harga gula pada level Rp12.500 per-kilogram sesuai dengan amanat Presiden RI Joko Widodo. Amanat ini dijalankan melalui skema memperpendek jalur distribusi.

"Untuk mencapai target tersebut, beberapa hal yang telah dilakukan, seperti memperpendek jalur distribusi dari produsen ke konsumen dengan meningkatkan peran serta BUMN/BUMD dan sektor swasta dalam pendistribusian gula," katanya.

Penetapan dan penyimpanan barang kebutuhan pokok dan barang tersebut Peraturan Presiden Nomor 71 Tahun 2015, Mendag sendiri memastikan unsur pemerintah akan menjalankan amanat ini melalui berbagai sinergi termasuk dengan pihak swasta.

"Tujuannya adalah memperoleh keseimbangan, petani bisa tetap sejahtera, pedagang untung, dan konsumen mendapatkan harga terjangkau," tutur Enggar.

Ia menyebutkan, dalam kurun waktu empat tahun terakhir, tren harga gula menjelang Natal dan Tahun Baru (September-Desember) cenderung naik, meskipun tidak signifikan yakni antara 0,02%-0,38%. Tren harga pada 2016 lebih baik dibanding tahun-tahun sebelumnya yakni turun 2,06%. Namun demikian, kondisi tersebut masih di atas harga acuan gula yang ditetapkan oleh Pemerintah sebesar Rp12.500/kg.

Sementara untuk harga rata-rata nasional gula pada Januari 2017 sebesar Rp14.087/kg atau turun 0,33% dibandingkan harga rata-rata bulan Desember 2016 sebesar Rp14.133/kg. Harga rata-rata gula di beberapa daerah pada kisaran Rp12.933/kg di Yogyakarta, sampai yang tertinggi Rp17.000/kg di Tanjung Pinang, Tanjung Selor, dan Manokwari.(*)