Pelaku UMKM di Sumbar Harus Mulai Lirik Penjualan Online

"Transaksi penjualan online selama bulan Januari hingga Maret 2015 mencapai 2 triliun, namun hanya 6 miliar saja yang bisa ditembus oleh pelaku UMKM dari Sumbar"
Diskusi Peningkatan Tata Kelola BUMD, UMKM Sumatera Barat bersama Anggota Komite Ekonomi Industri Nasional (KEIN) di Auditorium Gubernuran, Selasa 19 April 2016. (KLIKPOSITIF/Joni Abdul Kasir)

KLIKPOSITIF - CEO Bukalapak.com Muhamad Fajrin Rasyid mengatakan pelaku Usaha Mikro Kecil dan Menengah (UMKM) di Sumatera Barat harus mulai melirik sistem penjualan online dalam memasarkan produk. Ia menyebutkan, media online hadir sebagai solusi dalam penjualan dengan cara yang cepat, mudah dan efektif.

Dari data yang ia miliki, saat ini dari 800.000 pelaku UMKM yang berjualan di situs online dengan 15 juta produk, hanya 5.000 UMKM yang berasal dari Sumbar atau hanya sekitar 0.625 persen.

Sementara itu, ia melanjutkan, transaksi penjualan online selama bulan Januari hingga Maret 2015 mencapai 2 triliun, namun hanya 6 miliar saja yang bisa ditembus oleh pelaku UMKM dari Sumbar atau sekitar 0,3 persen.

“Itu intinya Sumbar harus memikirkan bagaimana pelaku UMKM bisa mengunakan dan memanfaatkan media yang ada untuk menjual produknya,” sebutnya usai Diskusi Peningkatan Tata Kelola BUMD, UMKM Sumatera Barat bersama Anggota Komite Ekonomi Industri Nasional (KEIN) di Auditorium Gubernuran, Selasa 19 April 2016.

Menurutnya, pemerintah Sumbar butuh memberikan pendampingan kepada pelaku UMKM untuk pengembangan pemasaran di media online, karena tidak semua masyarakat paham metode berjualan di media online.

Gubernur Sumatera Barat Irwan Prayitno mengatakan, berdasarkan data statistik saat ini pelaku UMKM di Sumatera Barat masih didominasi oleh usaha mikro yakni sebanyak 84 persen, usaha kecil 14 persen, usaha menengah 0.8 persen, dan sangat sedikit usaha skala atas. Ia setuju, untuk mendobrak jumlah tersebut memang perlu adanya pemahaman bagi pelaku UMKM untuk memanfaatkan perkembangan teknologi.

"Sebetulnya para pengusaha dapat naik level dari usaha mikro ke kecil, lanjut ke menengah, dan naik paling atas," ucapnya.

[Joni Abdul Kasir]