Sri Mulyani : Industri Kecil Menengah Harus Masuk Pasar Global

"Pemerintah RI mengupayakan hal tersebut dengan fasilitas Kemudahan Impor Tujuan Ekspor (KITE) untuk IKM"
Ilustrasi (pemeriksaanpajak.com)

KLIKPOSITIF -- Kementeri Keuangan Republik Indonesia menargetkan Industri Kecil dan Menengah (IKM) harus bisa masuk ke persaingan pasar global. Terkait dengan itu, pemerintah RI mengupayakan hal tersebut dengan fasilitas Kemudahan Impor Tujuan Ekspor (KITE) untuk IKM.

Menteri Keuangan Sri Mulyani mengatakan program KITE ini merupakan produk dari paket kebijakan ekonomi jilid I, untuk mendukung kebijakan-kebijakan bidang industri yang masih bersifat umum, dan belum memihak IKM.

"Dengan demikian usaha IKM ini bisa memiliki daya saing di yang lebih kuat di pasar global," katanya.

Menurutnya, Kementerian Keuangan juga menerbitkan peraturan yang bersifat khusus atau spesifik yang didalamnya memberikan kemudahan mengimpor bahan baku, dan barang modal tanpa membayar bea masuk dan pajak impor, persyaratan perizinan yang mudah dan tidak diwajibkannya laporan surveyor pada saat impor.

Kemenkeu sebutnya, sebagai pengelola instrumen fiskal turut berperan dalam memajukan IKM, antara lain melalui kebijakan penganggaran dalam APBN, penyederhanaan aturan, dan pemberian fasulitas kepabeanan dan perpajakan.

"Fasilitas IKM ini juga diintegrasikan dengan fasilitas kepabeanan lainya yaitu Pusat Logistik Berikat (PLB) yang telah diresmikan oleh Presiden pada tahun 2016," sebut Sri Mulyani.

Selain fasilitas perpajakan dan kepabeanan tersebut, IKM juga akan didukung melalui sinergi antar beberapa kementerian dan lembaga terkait.

"Ada program Pusat Layanan Usaha Terpadu (PLUT) oleh Kementerian Koperasi dan UMKM, Program Indonesia Design Develomment Center (IDDC), program restrukturisasi mesin untuk IKM oleh Kementerian Perindustrian," pungkasnya.(*)