Peluang Emiten Semen di Tahun 2017

"pertumbuhan penjualan semen dipengaruhi oleh melambatnya pertumbuhan pembangunan properti dan infrastruktur "
Ilustrasi (Dokumen Klikpositif)

KLIKPOSITIF -- Dampak kelebihan suply semen pada tahun 2016 belum memberikan dampak baik terhadap pertumbuhan penjualan semen di Indonesia pada tahun 2017. Hal itu diungkapkan oleh sejumlah analis.

Secara prinsip, perlambatan pertumbuhan penjualan semen dipengaruhi oleh melambatnya pertumbuhan pembangunan properti dan infrastruktur yang terjadi merata di seluruh Indonesia.

Perlambatan penjualan tidak hanya dialami perusahan milik negara, bahkan sejumlah perusahaan milik swasta juga mengalami penurunan pendapatan.

Menurut analis Semesta Indovest Aditya Perdana Putra kapasitas produksi semen pada tahun 2016 masih terbilang tinggi, dengan demikian pada tahun itu emiten masih enggan menjual produknya dengan harga murah.

Meski memang, kontribusi penjualan semen untuk sektor properti hanya 30 persen. Angka tersebut terbilang jauh lebih kecil dari porsi penjualan semen untuk pembangunan infrastruktur yang mencapai 70 persen.

"Hal tersebut terlepas dari pengaruh kelebihan persediaan," katanya.

Dikutip dari CNN ia mengakui, meskipun pembangunan di Pulau Jawa tetap berjalan, namun hal itu tidak memberikan dampak terhadap penjualan semen.

"Namun, jika pembangunan properti bisa tumbuh tahun ini maka secara tidak langsung akan mengimbangi penjualan semen untuk proyek infrastruktur yang bergerak stagnan atau tidak berbeda jumlahnya dari tahun lalu," jelas dia.

Ia menyebutkan, tahun ini emiten semen bisa tumbuh jika pendapatan naik 4 sampai 5 persen pada kuartal pertama, "Setelah itu kinerja emiten bisa berbalik arah positif hingga penghujung tahun," ujar Aditya kemudian.

Meski begitu, harga batu bara masih akan menjadi tantangan bagi perusahaan semen untuk menjaga biaya beban agar laba bersih tidak tergerus. Pasalnya, harga batu bara masih menunjukan tren kenaikan hingga saat ini. 

"Harga batu bara masih tinggi, itu berdampak ke beban biaya perusahaan, tahun lalu kenaikan ... Baca halaman selanjutnya