Penghasilan 3 Emiten Semen Menurun, Semen Indonesia Bertahan

"Penurunan penghasilan paling dirasakan oleh perusahaan swasta seperti Indocement, Holcim, dan Semen Baturaja"
Data Penghasilan Emiten Semen Tahun 2016 (CNN Indonesia)

KLIKPOSITIF -- Sepanjang tahun 2016, penghasilan empat perusahaan semen di Indonesia lesu. Hal itu disebabkan karena melambatnya proyek pembangunan properti maupun infrastruktur yang terjadi merata di seluruh daerah di Indonesia.

Penurunan penghasilan paling dirasakan oleh perusahaan swasta seperti Indocement, Holcim, dan Semen Baturaja. Berbeda dengan itu, penghasilan perusahaan semen plat merah, Semen Indonesia masih bertahan.

Berdasarkan data yang dirangkum CNN, PT Semen Baturaja Tbk (SMBR) dan PT Holcim Indonesia Tbk (SMCB) merupakan dua emiten yang mencatat kenaikan pendapatan. Namun, keduanya hanya mampu mengerek tipis pendapatan dari penjualan yang dibukukannya tahun lalu.

Pendapatan Semen Baturaja naik 4,1 persen menjadi Rp1,52 triliun dari posisi 2015 sebesar Rp1,46 triliun. Sementara, pendapatan Holcim Indonesia merangkak 2,38 persen dari Rp9,23 triliun menjadi Rp9,45 triliun.

Namun begitu, kenaikan pendapatan tersebut berbanding terbalik dengan laba bersih yang diraih perusahaan tersebut. Bahkan pendapatan Semen Baturaja terbilang menurun drastis jika dibanding dengan 3 emiten lainnya.

Semen Baturaja meraup laba bersih sebesar Rp259,08 miliar, turun hingga 26,85 persen dari sebelumnya Rp354,18 miliar.

Jika dibandingkan dengan Holcim Indonesia, kondisi itu masih terbilang cukup baik. Sepanjang tahun lalu, Holcim tercatat mengalami rugi Rp284,58 miliar, dari sebelumnya yang tercatat laba bersih sebesar Rp175,12 miliar.

Kemudian PT Indocement Tunggal Prakarta Tbk (INTP) mencatat laba bersih sebesar Rp3,87 triliun, turun 11,03 persen dari Rp4,35 triliun. Turunnya laba bersih tersebut dikarenakan pendapatan perusahaan yang juga turun 13,65 persen menjadi Rp15,36 triliun dari Rp17,79 triliun.

Sedangkan, PT Semen Indonesia (Persero) Tbk (SMGR) berhasil mempertahankan laba bersihnya di posisi Rp4,52 triliun, ditengah turunnya pendapatan perusahaan sebesar 3 persen menjadi Rp26,13 ... Baca halaman selanjutnya