Bagaimana Nasib Semen Rembang?

"Moratorium tersebut menanggapi pro-kontra pendirian pabrik serta aktiifitas penambangan"
Semen Rembang (Net)

KLIKPOSITIF -- Gubernur Jawa Tengah Ganjar Pranowo melakukan moratorum pabrik PT Semen Indonesia di Pegunungan Kendeng, Rembang, Jawa Tengah.

Moratorium tersebut menanggapi pro-kontra pendirian pabrik serta aktiifitas penambangan di kawasan tersebut.

Moratorium yang disampaikan dalam bentuk tersebut ditembuskan ke beberapa Kementerian/Lembaga yang kemudian disampaikan ke Presiden RI, Joko Widodo.

Namun begitu, moratorium yang menyangkut nasib kelanjutan pabrik tersebut belum ditanggapi oleh Menteri BUMN, Rini Sumarno. Ia sendiri mengaku belum membaca tebusan surat itu.

"Saya belum lihat," katanya dikutip dari CNN. Namun begitu, ia tetap memastikan kelanjutan pabrik semen tersebut akan segera mendapatkan kejelasan dari pemerintah.

"Semuanya (Masah pabrik) baik-baik saja kok," ujar dia.

Moratorium tersebut berisi 7 poin, yakni :

1. daya dukung dan daya tampung lingkungan dengan keberadaan tiga Kawasan Bentang Alam Karst (KBAK) yaitu Sukolilo, Gombong, dan Gunung Sewu.

2. Keberadaan 13 Izin Usaha Pertambangan (IUP) eksplorasi dan operasi produksi batu gamping.

3. Produksi semen nasional tahun 2015 mencapai 75 juta ton dengan konsumsi 70 juta ton, sementara proyeksi produksi 2016 82 juta ton dengan konsumsi ’hanya’ 72 juta ton.

4. Orientasi produksi semen sebagai peningkatan devisa negara.

5. Jumlah penduduk di Jawa Tengah yang berbanding lurus dengan peningkatan jumlah produksi semen namun tetap terjadi surplus supply.

6. Isu kerawanan sosial di provinsi tersebut.

Khususnya untuk isu kerawanan, Ganjar menekankan tiga pertimbangan, yaitu mayoritas potensi bahan baku semen di Jawa Tengah berada di kawasan Pegunungan Kendeng, namun ada sejumlah komunitas masyarakat di sekitar sana sehingga berpotensi menimbulkan konflik kontraproduktif jika dibangun pabrik semen di wilayah itu.

Kemudian, masyarakat di kawasan ... Baca halaman selanjutnya