Harga Minyak Capai Harga Tertinggi di 2016

"Minyak mentah berjangka internasional Brent diperdagangkan pada $ 47,02 per barel"
(http://www.reuters.com/)

KLIKPOSITIF - Minyak mentah berjangka ditarik pada harga tertinggi Kamis pagi (28/4) karena para pedagang mengunci keuntungan setelah rally tajam April.

Namun analis mengatakan penurunan produksi AS dan selera investor yang kuat bisa mendorong harga lebih tinggi. Minyak mentah berjangka internasional Brent diperdagangkan pada $ 47,02 per barel pada 0045 GMT, turun 16 sen dan AS West Texas Intermediate (WTI) futures turun 12 sen menjadi $ 45,21 per barel.

Dilansir dari laman reuters, Harga tersebut terjadi setelah kedua benchmark minyak mentah mencapai 2.016 tertinggi hari sebelumnya dan menjadi salah satu kenaikan harga paling rendah dalam beberapa tahun terakhir. Kedua Brent dan WTI telah naik lebih dari 70 persen sejak harga terendah mereka di 2016 pada bulan Januari dan Februari.

Analis mengatakan, penurunan output di Amerika Serikat dan dolar yang lemah mendorong harga naik dan menarik investor. "Tren terbaru dari kenaikan harga minyak mentah menerima dorongan lain setelah harga minyak AS jatuh minggu lalu," kata ANZ Bank.

Selain itu, rilis oleh Administrasi Informasi Energi AS (EIA) menunjukkan bahwa produksi minyak mentah jatuh ke 8.940.000 barel per hari (bph) pekan lalu yang turun hampir setengah juta barel per hari di bulan yang sama pada tahun lalu.

Output jatuh melebihi data bearish menunjukkan bahwa stok minyak mentah AS naik 2 juta barel pekan lalu untuk semua waktu puncak 540.600.000 barel, kata para pedagang.

"Namun, angka penyimpanan minyak mentah record mungkin telah memacu beberapa pedagang untuk mengambil keuntungan dalam perdagangan pagi Kamis dengan menutup pada posisi panjang," tuturnya.

[Fitria]