BI : Sistem Pembayaran Nasional Masih Aman dari Serangan Ransomware

"Namun, ia mengakui layanan internet di Kantor Pusat BI memang dimatikan"
Ilustrasi (Net)

EKONOMI, KLIKPOSITIF -- Bank Indonesia menyatakan sistem pembayaran nasional belum terdampak serangan siber virus Ransomeware WannaCry, namun begitu lembaga keuangan itu tetap melakukan antisipasi serangan dari kelompok yang mengatasnamakan dirinya sebagai Shadow Brokers tersebut.

"Belum terkena virus, kami harap tidak ada," kata Direktur Eksekutif Departemen Komunikasi Tirta Segara.

Ia mengatakan kantor pusat Bank Sentral dan Kantor Perwakilan di berbagai provinsi telah diperintahkan untuk memutakhirkan perangkat lunak (software) keamanan untuk sistem pembayaran dan penyelesaian transaksi (settlement).

Dikutip dari Antara, untuk penyelesaian transaksi, layanan kliring di Real Time Gross Settlement (RTGS) dan juga Sistem Kliring Nasional BI (SKNBI) hingga Senin pagi, tidak terdampak virus tersebut.

Bank peserta RTGS dan SKNBI juga melakukan kliring secara normal. Bank Sentral, kata Tirta, belum menerima laporan dari bank peserta RTGS dan SKNBI terkait gangguan virus Ransomeware WannaCry.

Namun, ia mengakui layanan internet di Kantor Pusat BI memang dimatikan sejak Minggu malam hingga Senin siang untuk pemutakhiran sistem.

"Itu untuk antisipasi semalam kita memang tangkal dulu untuk arus keluar dan masuk. Kita memastikan seluruh komputer di BI untuk dimutakhirkan dulu sistemnya," jelas dia.

Ransomware Wannacry merupakan virus yang disusupkan dalam perangkat perusak yang bekerja dengan mengunci sistem dan mengenkripsi data sehingga data tersebut tidak dapat diakses oleh pengguna hingga pengguna membayar uang tebusan dengan mata uang Bitcoin.

Indonesia dilaporkan sebagai salah satu dari ratusan negara yang terkena serangan siber Ransomware Wannacry. Kementerian Komunikasi dan Informatika telah mengimbau pengguna internet individu maupun lembaga, untuk memutakhirkan sistem keamanan dan operasi pada komputer masing-masing.(*)