KPPU Siapkan Rekomendasi Sanksi Tegas untuk Ritel Modern yang Berjualan di atas HET

"Rekomendasi sanksi tersebut dilakukan karena ritel modren seperti supermarket menjadi patokan harga di kios masyrakat"
Ilustrasi (Elevate Clinic)

PADANG, KLIKPOSITIF -- Kepala Perwakilan Komisi Pengawas Persaingan Usaha (KPPU) Wilayah Medan akan melaporkan dan merekomendasikan ritel modren yang kedapatan berjualan dengan harga di atas HET (Harga Enceran Tertinggi) yang telah ditetapkan oleh Kementerian Perdagangan (Kemendag).

Rekomendasi sanksi tersebut dilakukan karena ritel modren seperti supermarket menjadi patokan harga di kios masyrakat.

Kepala Perwakilan Komisi Pengawas Persaingan Usaha (KPPU) Wilayah Medan Abdul Hakim Pasaribu mengatakan, rekomendasi sanksi yang dimaksud itu akan disampaikan oleh KPPU ke Kementerian Perdagangan.

"Lembaga KPPU secara prinsip tidak bisa memberikan sanksi, hanya rekomendasi. Namun jika ada ritel modern yang nakal, maka untuk sanksi pencabutan izin dilakukan oleh Kementerian Perdagangan nantinya," katanya pada KLIKPOSITIF.

Di Sumatera Barat sendiri katanya, KPPU menemukan sejumlah ritel modern yang berjualan di atas HET, dengan demikian Abdul Hakim meminta Pemerintah Provinsi Sumatera Barat bisa memberikan langkah konkrit terkait penindakan usaha tersebut.

"Kami sudah dapat laporan ada beberapa ritel di Sumbar yang menjaual diatas HET, dan akan kami laporkan lansung kepada ditjen perdagangan dalam negeri, karena tujuan HET ini adalah untuk mengontrol harga pasar. Jika ada yang berbisnis di atas HET, harga komoditas dagang di pasaran tentu tidak stabil," sebut Abdul Hakim.

Sementara itu, Kepala Dinas Perindustrian dan Perdagangan Sumbar Asben Hendri juga mengaku telah memberikan teguran pada salah satu ritel modern yang dibentuk melalui program dari pemerintah Sumbar.

Dengan adanya teguran itu pula, ia menyebut ritel tersebut telah memperbaiki harga dan menyesuaikan harga komoditas dagang sesuai dengan HET.

[Joni Abdul Kasir]