Pemerintah Bakal Cabut Subsidi Solar?

"Saat ini pemerintah masih menganggarkan subsidi solar sebesar Rp500 hingga Rp1.000 per liternya"
Ilustrasi (Istimewa)

EKONOMI, KLIKPOSITIF -- Pemerintah Republik Indonesia sedang melakukan pembahasan soal harga bahan bakar minyak subsidi jenis solar untuk tahun depan. Pembahasan tersebut dilakukan sesuai dengan pergerakan harga minyak dunia, dengan demikian peluang pencabutan subsidi solar kembali terbuka.

Kementerian ESDM Ignasius Jonan mengatakan penetapan harga solar di Indonesia sesuai dengan harga minyak dunia, namun jika hal itu dilakukan tarif transportasi barang dan jasa bisa terdistorsi tanpa ada yang mengetahui biaya yang sebenarnya.

"Apakah minyak solar ini perlu mengikuti fluktuasi kenaikan harga minyak mentah atau tetap kami dukung supaya mengurangi distorsi biaya transportasi yang akibatnya bisa memengaruhi biaya hidup yang lebih tinggi," katanya.

Kendati demikian, pemerintah belum memutuskan apapun. Saat ini pemerintah masih menganggarkan subsidi solar sebesar Rp500 hingga Rp1.000 per liternya. Adapun volumenya menurun dari 16 juta kilo liter (kl) di tahun ini menjadi 14,85 juta kl hingga 15,62 juta kl.

Alokasi dana yang terbilang lebih kecil ini disebabkan karena proyeksi penyerapan solar bersubsidi hingga akhir tahun hanya mencapai 14 juta kl atau 87,5 persen dari target volume tahun ini.

"Untuk subsidi minyak solar tahun ini kan Rp500 per-liter. Tahun depan, tetap kami usulkan Rp500 hingga Rp1.000 subsidinya per-liter," ungkapnya.

Berdasarkan data, hingga Mei 2017, pemerintah telah menyalurkan solar bersubsidi sebesar 5,86 juta kl atau 36,6 persen dari total anggaran tahun ini sebesar 16 juta kl. Dengan kata lain, pemerintah telah menggelontorkan subsidi solar Rp2,93 triliun dalam jangka waktu lima bulan terakhir.(*)