BPH Migas : 1.094 SPBU di Indonesia Sudah Tidak Jual Premium

"‎Pertamina tidak memaksa pengurangan penjualan premium di SPBU"
Ilustrasi (PIxabay)

EKONOMI, KLIKPOSITIF -- Badan Pengatur Kegi‎atan Hilir Minyak dan Gas Bumi (BPH Migas) mencatat sebanyak 1.094 SPBU di Indonesia sudah tidak menjual bahan bakar jenis premium atau bensin.

Berdasarkan catatan, dari jumlah tersebut 800 di antaranya berada di Jawa, Madura, dan Bali (Jamali), sedangkan sisanya berada di luar kawasan Jamali.

"Dari 5.480 SPBU Pertamina yang beroperasi, yang tidak menjual premium itu 1.094 SPBU," kata Kepala BPH Migas Fanshurullah Asa.

Dengan kondisi seperti itu, ia kemudian meminta Pertamina agar tetap mempertahankan penjualan premium di kawasan Jawa, Madura, Bali tersebut. Pasalnya tiga kawasan itu masuk dalam penugasan yang masih dikontrol pemerintah.

"Kalau sudah diluar kawasan itu, kami tegaskan ke Pertamina khusus area Jamali tadi, karena ini masih penugasan," tutur Fanshurullah.

Sebelumnya diketahui, Direktur Pemasaran Pertamina M Iskandar mengungkapkan, ‎Pertamina tidak memaksa pengurangan penjualan premium di SPBU. Berkurangnya penjualan premium karena menyesuaikan peralihan konsumsi premium ke pertalite.

"Jadi awal kami luncurkan pertalite, berdasarkan marketing 100 persen. Jadi bukan kami paksa SPBU," kata Iskandar.

Saat diluncurkan pada 2015 lalu, perbedaan harga antara pertalite yang memiliki kadar RON 90 dengan premium RON 88, sangat tipis hanya Rp 400 per liter.

Hal ini kemudian memicu masyarakat yang menggunakan premium beralih ke pertalite. Melihat kondisi tersebut, pengusaha SPBU pun mengurangi penjualan premium.(*)