Harga Garam di Padang Naik Hampir 50 Persen

Ilustrasi
Ilustrasi (Istimewa)

PADANG , KLIKPOSITIF -- Harga garam halus dan garam beryodium terpantau naik di Pasar Raya Padang , Sumatera Barat. Kenaikan harga tersebut terpantau mendekati 50 persen per pack.

Salah seorang pedagang garam , Doris (32) mengatakan jika biasanya harga garam beryodium hanya Rp16 ribu per peck, sekarang jadi Rp23 ribu per-packnya.

"Kenaikan harga ini sudah sejak sepekan lalu, kami tidak tahu apa penyebabnya. Selain naik, pasokan dari pemasok juga berkurang," katanya pada KLIKPOSITIF , Senin 31 Juli 2017.

Baca Juga

Selain garam beryodium, harga garam halus juga naik dengan persentase yang lebih tinggi dari garam beryodium. Doris menyebut, untuk garam tipe itu harganya saat ini Rp25 ribu per-pack. "Sebelumnya hanya Rp16 ribu," ujarnya.

Ia mengaku, kenaikan harga tersebut membuat penjualannya berkurang. Biasanya dalam satu hari ia bisa menjual garam dari 50 hingga 70 pack.

"Sekarang paling banyak 30 pack dalam satu hari, sering masyarakat mengeluh, namun bagaimana lagi garam ini harus dibeli karena sudah jadi kebutuhan untuk masak. Ditambah lagi pasokan dari pemasok juga jauh berkurang," jelas dia.

Dalam satu hari, Doris mendapatkan persediaan garam dari pemasok dari 70 hingga 100 pack. Namun dengan minimnya persediaan, pemasok hanya mengizinkan pedagang membeli 50 pack saja.

"Kondisi ini tentu merugikan pedagang, namun mau bagaimana lagi kalau sudah persediaannya yang terbatas," pungkas Doris kemudian.

Kenaikan harga garam ini disebabkan karena jumlah pasokan yang ja‎uh lebih sedikit ketimbang kebutuhan. Secara hukum ekonomi, pasokan yang sedikit dari kebutuhan membuat harga tinggi.

Menteri Perdagangan RI, ‎Enggartiasto Lukita menyebut, menipisnya pasokan garam dari dalam negeri ini diakibatkan faktor cuaca dengan curah hujan tinggi yang terjadi belakangan ini, sehingga membuat petani garam gagal panen.

Menurut data, Indonesia membutuhkan garam 4,3 juta ton, mencakup garam industri dengan kadar natrium klorida (NaCl) di atas 97 persen atau garam konsumsi dengan kadar NaCl di bawah garam industri.

Sedangkan garam yang diproduksi oleh PT Garam di Sumenep, pada Mei-Juni hanya 50 ton, sedangkan biasanya bisa mencapai 2.500 ton dalam satu tahun.

[Halbert Chaniago]

Baca Juga

Penulis: Ocky Anugrah Mahesa