Ekspor Nonmigas Sumbar Lesu, BPS : Harga CPO dan Karet Belum Bagus

"Menurut data, nilai ekspor bulan Juli ini juga terbilang menurun 22,56 persen"
Kelapa Sawit Bahan Dasar Pengolahan CPO (Net)

PADANG, KLIKPOSITIF -- Badan Pusat Statistik Sumatera Barat mencatat, nilai ekspor daerah itu pada bulan Juli 2017 mencapai 108,07 juta dolar Amerika Serikat, atau turun 31,88 persen dari ekspor bulan Juni lalu.

Menurut data, nilai ekspor bulan Juli ini juga terbilang menurun 22,56 persen jika dibandingkan dengan periode yang sama pada tahun lalu.

Secara kumulatif, nilai ekspor dari bulan Januari hingga Juli mencapai 1.276,40 juta dolar Amerika Serikat atau naik sebesar 44,89 persen jika dibandingkan dengan periode yang sama dengan tahun yang lalu.

Pada periode Juli ini, barang yang paling mendominasi kuota ekspor adalah sektor non migas yakni komoditas lemak dan minyak hewan/nabati dengan nilai mencapai 74,71 juta dolar Amerika Serikat.

Kepala BPS Sumbar, Sukardi mengatakan ekspor nonmigas daerah itu masih didominasi oleh Crude Palm Oil (CPO) dan barang dari karet.

"Kenapa menurun? karena memang harga dua komoditas tersebut belum bagus, sehingga eksportir memutuskan untuk belum mendistribusikannya ke luar negeri," kata Sukardi pada KLIKPOSITIF.

Menurutnya, produksi CPO dan karet atau barang dari karet saat ini baru bisa diandalkan untuk pasar domestik Sumatera Barat dan nasional saja.

Kendati demikian, hal itu tidak memberikan dampak besar terhadap pertumbuhan ekonomi daerah.

"Pertumbuhan ekonomi daerah tidak hanya dilihat dari ekspor saja, banyak hal yang menunjang seperti konsumsi rumah tangga dan belanja pemerintah," jelas Sukardi.

Keputusan untuk tidak mengekspor tersebut bagi eksportir adalah langkah tepat di tengah kondisi harga yang masih rendah. Sementara pemenuhan kebutuhan domestik daerah dan nasional juga bisa berperan besar terhadap pertumbuhan ekonomi kedepannya.

"Kalau pasar domestik terpenuhi, tentu bisa menunjang (pasar domestik). Namun perlu dihitung lagi persentase produksi (sektor nonmigas) nya dan persentase kebutuhan daerah maupun nasional," ... Baca halaman selanjutnya