Tahun Depan, Cukai Rokok Bakal Naik?

"Rencana kenaikan tarif CHT tersebut telah dimasukkan dalam target penerimaan cukai tahun depan"
Cukai Rokok (KLIKPOSITIF/Ocky Anugrah Mahesa)

EKONOMI, KLIKPOSITIF -- Pada tahun 2018, pemerintah membidik target pertumbuhan ekonomi mencapai 5,4 persen dan inflasi 3,5 persen.

Sesuai dengan target tersebut, dengan begitu Direktorat Jenderal Bea dan Cukai Kementerian Keuangan (DJBC Kemenkeu) akan kembali mengerek tarif cukai hasil tembakau (CHT) di tahun depan.

"Pertimbangan adalah pertumbuhan ekonomi dan inflasi, hal itu tentu harus dilakukan," kata Direktur Jenderal Bea dan Cukai Kemenkeu Heru Pambudi.

Namun begitu, Heru belum memastikan besaran kenaikan tarif itu karena ia mengaku harus membahas hal tersebut dengan pelaku industri rokok dan petani tembakau.

"Belum diputuskan. Biasanya memang secara reguler ada penyesuaian tarif setiap tahun. Tapi nanti kami bicarakan dengan industri, termasuk petaninya," sebut Heru. Menurutnya, untuk memutuskan tarif tersebut pemerintah harus berhati-hati.

Selain itu ia juga mengatakan, bahwa rencana kenaikan tarif CHT tersebut telah dimasukkan dalam target penerimaan cukai tahun depan, di mana dalam Rancangan Anggaran Pendapatan dan Belanja Negara (R-APBN) 2018 mencapai Rp155,4 triliun.

Target penerimaan cukai tersebut berasal dari CHT sebesar Rp148,23 triliun, cukai etil alkohol Rp170 miliar, dan cukai minuman mengandung etil alkohol (MMEA) Rp6,5 triliun serta cukai lainnya, yaitu cukai plastik Rp500 miliar.

Sementara, target tersebut meningkat Rp2,24 triliun atau sekitar 1,46 persen dari target penerimaan cukai di tahun ini dalam APBN Perubahan 2017 sebesar Rp153,16 triliun. Namun, target tersebut masih lebih rendah dibandingkan target penerimaan cukai di awal tahun pada APBN 2017 yang mencapai Rp157,15 triliun.

Perubahan target penerimaan cukai di tahun ini dari target semula lantaran pemerintah belum berhasil mendapatkan penerimaan dari cukai plastik yang semula diharapkan bisa didapat tahun ini, sehingga telah dimasukkan proyeksi penerimaannya di APBN 2017.

Sayang, hingga saat ... Baca halaman selanjutnya