Penetapan Cukai Rokok Tahun Depan Butuh Peraturan Menteri

Cukai Rokok
Cukai Rokok (KLIKPOSITIF/Ocky Anugrah Mahesa)

EKONOMI, KLIKPOSITIF -- Pemerintah Republik Indonesia berencana akan menaikan tarif cukai rokok pada tahun 2018 mendatang. Hal itu perlu dilakukan karena formasi target pertumbuhan ekonomi negara dan inflasi juga meningkat.

Namun rencana itu menurut Kepala Badan Kebijakan Fiskal (BKF) Kemenkeu Suahasil Nazara harus didasari dengan kekutan hukum yang tertuang dalam Peraturan Menteri Keuangan (PMK).

Ia mengatakan sebelum peraturan tersebut dibuat, pemerintah harus menyertakan hasil diskusi dengan industri yang memiliki beberapa tingkatan. Selain itu, pemerintah perlu pula membicarakannya dengan DPR.

Baca Juga

Nanti dibuat dalam bentuk PMK. Jadi, kami kaji cukup dalam supaya bisa kami cari tingkat tarif yang pas melihat kondisi industri dan target penerimaan cukai," kata Suahasil.

Seperti yang diberitakan sebelumnya, Direktorat Jenderal Bea dan Cukai Kementerian Keuangan (DJBC Kemenkeu) akan kembali mengerek tarif cukai hasil tembakau (CHT) di tahun depan.

Baca Juga :  Tahun Depan, Cukai Rokok Bakal Naik?

"Pertimbangan adalah pertumbuhan ekonomi dan inflasi, hal itu tentu harus dilakukan," kata Direktur Jenderal Bea dan Cukai Kemenkeu Heru Pambudi.

Namun begitu, Heru belum memastikan besaran kenaikan tarif itu karena ia mengaku harus membahas hal tersebut dengan pelaku industri rokok dan petani tembakau.

"Belum diputuskan. Biasanya memang secara reguler ada penyesuaian tarif setiap tahun. Tapi nanti kami bicarakan dengan industri, termasuk petaninya," sebut Heru. Menurutnya, untuk memutuskan tarif tersebut pemerintah harus berhati-hati.

rencana kenaikan tarif CHT tersebut telah dimasukkan dalam target penerimaan cukai tahun depan, di mana dalam Rancangan Anggaran Pendapatan dan Belanja Negara (R-APBN) 2018 mencapai Rp155,4 triliun.

Target penerimaan cukai tersebut berasal dari CHT sebesar Rp148,23 triliun, cukai etil alkohol Rp170 miliar, dan cukai minuman mengandung etil alkohol (MMEA) Rp6,5 triliun serta cukai lainnya, yaitu cukai plastik Rp500 miliar.

Sementara, target tersebut meningkat Rp2,24 triliun atau sekitar 1,46 persen dari target penerimaan cukai di tahun ini dalam APBN Perubahan 2017 sebesar Rp153,16 triliun. Namun, target tersebut masih lebih rendah dibandingkan target penerimaan cukai di awal tahun pada APBN 2017 yang mencapai Rp157,15 triliun.(*)

Penulis: Ocky Anugrah Mahesa