Pemerintah Tetapkan HET Beras, Petani di Tanah Datar Senang

"Rencananya HET tersebut berlaku untuk beras yang berkualitas medium dan premium"
Ilustrasi (Dok. Klikpositif)

EKONOMI, KLIKPOSITIF -- Rencana pemerintah Indonesia yang akan menetapkan Harga Eceran Tertinggi (HET) mulai 1 September mendatang disambut baik oleh petani di Kabupaten Tanah Datar, Sumatera Barat.

Rencananya HET tersebut berlaku untuk beras yang berkualitas medium dan premium. Kebijakan ini dilakukan untuk mempertahankan daya beli masyarakat dan mengendalikan laju inflasi.

Penetapan HET beras kualitas medium tersebut, untuk wilayah Jawa, Lampung, Sumatera Selatan, Bali, Nusa Tenggara Barat dan Sulawesi sebesar Rp9.450 per kilogram, dan Rp12.800 untuk jenis premium.

Kemudian wilayah Sumatera - selainLampung dan Sumatera Selatan -, Nusa Tenggara Timur dan Kalimantan untuk beras kualitas medium Rp9.950 dan premium 13.300 per kilogram.

Sementara untuk Maluku termasuk Maluku Utara dan Papua, HET beras kualitas medium sebesar Rp10.250 per kilogram dan Rp13.600 untuk beras jenis premium.

"Ya baguslah kalau seperti itu, jadi kami tidak merugi terus karena permainan harga oleh tengkulak," kata salah seoranf petani di Salimpauang, Tanah Datar, Taslim (59).

Ia menyebut, selama ini petani selalu dirugikan dengan tengkulak yang kerap mempermainkan harga beras di pasaran saat panen terganggu cuaca ekstrim.

"Misalnya harga beras kami biasa menjual untuk beras medium Rp6000 sampai Rp7000 per kilogramnya pada tengkulak. Tahu cuaca tidak bagus dan panen terganggu, mereka lantas menjualnya dengan harga Rp12000 per kilogramnya," sebut dia.

Dengan kebijakan tersebut ungkap Taslim, petani menjadi lebih terperhatikan dan tidak lagi menjadi pihak yang dirugikan.(*)