Sepanjang 2017, 24 BUMN Merugi

PT Garuda Indonesia Merupakan Salah Satu Perusahaan Plat Merah yang Merugi Pada Paruh Pertama Tahun 2017
PT Garuda Indonesia Merupakan Salah Satu Perusahaan Plat Merah yang Merugi Pada Paruh Pertama Tahun 2017 (Net)

EKONOMI, KLIKPOSITIF -- Kementerian Badan Usaha Milik Negara ( BUMN ) mencatat sebanyak 24 perusahaan plat merah memiliki kinerja yang buruk alias merugi sepanjang paruh pertama tahun ini.

Deputi Bidang Restrukturisasi dan Pengembangan Usaha Kementerian BUMN Aloysius Kiik Ro mengatakan kerugian perusahaan bisa disebabkan oleh berbagai faktor. Selain dari kelalaian manajemen, kerugian juga bisa disebabkan oleh kondisi pasar yang tengah lesu.

baca juga: BUMN Nyatakan Siap Jalankan New Normal

"Oleh karena itu, Kementerian BUMN harus mengevaluasi penyebab kerugian masing-masing perusahaan tersebut," katanya.

Seiring dengan itu, Sekretaris Kementerian BUMN Imam A Putro menyebut, persentase penurunan kinerja 24 BUMN tersebut bertolak belakang dengan rencana kementerian yang ingin menekan kerugian tersebut seminim mungkin.

baca juga: Pengamat Ekonomi Sebut BUMN Bisa Menarik Gerbang Seluruh Sektor Ekonomi Nasional

"Bu Menteri (Menteri BUMN Rini Soemarno) mengingatkan entah untuk yang ke berapa kali supaya akhir 2017 tidak boleh ada atau seminimal mungkin BUMN yang masih mengalami kerugian," ucapnya.

Berdasarkan data, sepanjang semester I 2017, 24 dari 118 perusahaan pelat merah tercatat merugi. Kendati demikian, secara keseluruhan BUMN juga telah menyumbang penerimaan negara dengan setoran pajak senilai Rp97 triliun dan dividen sebesar Rp32 triliun.

baca juga: Satgas BUMN Salurkan Bantuan Penanganan COVID di Pessel

Realisasi dividen tersebut sudah ditetapkan dalam Rapat Umum Pemegang Saham (RUPS) Rp42,7 triliun, termasuk dividen interim yang disetor tahun 2016, yakni sebesar Rp1,5 triliun.

Berikut ini daftar BUMN yang merugi sepanjang paruh pertama 2017 :

baca juga: Bersama Satgas Bencana BUMN, Jasa Raharja Sumbar Salurkan Bantuan Penanganan COVID-19

- PT Rajawali Nusantara Indonesia (Persero)
- Perum Bulog
- PT Berdikari (Persero)
- PT Indofarma (Persero) Tbk
- PT Energy Managementa Indonesia (Persero)
- PT Hotel Indonesia Natour (Persero)
- PT Pos Indonesia (Persero)
- Perum Produksi Film Negara
- PT Aneka Tambang (Persero) Tbk
- PT Balai Pustaka (Persero)
- PT PAL Indonesia (Persero)
- PT Dok dan Perkapalan Surabaya (Persero)
- PT Krakatau Steel (Persero) Tbk
- PT Boma Bisnis Indra (Persero)
- PT Industri Telekomunikasi Indonesia (Persero)
- PT Dirgantara Indonesia (Persero)
- PT Amarta Karya (Persero)
- PT PDI Pulau Batam (Persero)
- Perum Damri
- PT Garuda Indonesia (Persero) Tbk
- PT Danareksa (Persero)
- PT Pengembangan Armada Niaga Nasional (Persero)
- PT Iglas (Persero)
- PT Istaka Karya (Persero)(*)

Penulis: Ocky Anugrah Mahesa