Pilkada 2018 Bakal Jadi Momen Penarikan Dana Besar-Besaran

"Jumlah anggaran yang akan ditarik dari Perbankan disinyalir mencapai Rp10 hingga Rp20 triliun"
Ilustrasi (Net)

EKONOMI, KLIKPOSITIF -- Bursa Efek Indonesia (BEI) menilai bakal adanya penarikan dana secara besar-besaran dari lembaga keuangan tahun 2018, hal tersebut seiring digelarnya 171 Pemilihan Kepala Daerah (Pilkada) serentak pada bulan Juni.

Direktur Utama BEI Tito Sulistio mengatakan untuk Pilkada itu jumlah anggaran yang akan ditarik dari Perbankan disinyalir mencapai Rp10 hingga Rp20 triliun.

"Kondisi politik sendiri sebenarnya tidak pernah mengganggu kestabilan di perbankan maupun pasar modal. Namun, kebutuhan dana guna melancarkan Pilkada tentu tidak bisa dihindari," katanya dikutip dari CNN.

Menurut dia, jika satu Pilkada membutuhkan dana sebesar Rp100 miliar, maka anggaran yang terpakai secara keseluruhan untuk 100 Pilkada tersebut yakni Rp10 triliun.

"Sedangkan bulan Maret nya, ada pajak. Nah, ini uang akan ketarik dari sistem perbankan lalu turun ke bawah," papar dia.

Terkait dengan itu, ia menjelaskan, Indonesia sendiri belum memiliki pengalaman dengan kondisi tersebut. Untuk itu, ia berharap Pilkada tidak dilakukan pada Juni tahun depan agar kondisi perbankan tidak terganggu.

"Nah, apakah uang juga ditarik dari pasar modal juga saya tidak ada pengalaman, itu pertanyaan besar saya untuk tahun depan," sebut Tito.

Menurutnya, berdasarkan pengalaman, dana yang ditarik dari pasar modal saat waktu pembayaran pajak tiba jumlahnya lebih banyak dari biasanya. Dengan kata lain, ada aksi jual yang dilakukan pelaku pasar untuk mengambil keuntungan yang nantinya digunakan untuk membayar pajak.

Seperti diketahui, bulan Maret biasanya jadwal pelaporan Surat Pemberitahuan Tahunan (SPT) terakhir setiap tahunnya.

"Faktanya, tiap bayar pajak pasar modal goyang sedikit. Ini fakta, kalau mau bayar pajak tidak ada uang, pasti jual saham dulu," tuturnya.

Kendati demikian, Tito menilai kondisi perekonomian dalam negeri untuk tahun depan dinilai masih positif. Terlebih lagi, pasar ... Baca halaman selanjutnya