Saham Asia Turun karena Investor Bukukan Kenaikan Suku Bunga AS

" dan kurva imbal hasil Treasury mencapai level terendah dalam satu dekade "
Ilustrasi (pixabay)

KLIKPOSITIF - Saham Asia turun ke titik awal setelah Wall Street tersandung meskipun ada berita ekonomi AS yang optimis dan kurva imbal hasil Treasury mencapai level terendah dalam satu dekade karena investor membukukan kenaikan suku bunga AS, Kamis (16/11).

Kekhawatiran mengenai prospek pemotongan pajak besar-besaran di AS juga tidak menunjukkan tanda-tanda mereda karena dua anggota parlemen Partai Republik mengkritik usulan terakhir Senat tersebut, Rabu (15/11).

Indeks MSCI terluas di Asia-Pasifik di luar Jepang .MIAPJ0000PUS naik tipis 0,1 persen pada awal perdagangan, sementara saham Australia sedikit melemah.

Nikkei Jepang. N225 merosot ke dua sisi datar, sementara EMini futures untuk S & P 500 ESc1 turun 0,03 persen.

Wall Street telah ditimbang oleh sebuah retret di sektor energi S & P 500.SPNY yang mengalami penurunan 4 hari sebesar 4 persen, periode terlemahnya dalam 14 bulan terakhir.

Dow DJI turun 0,59 persen, sedangkan S & P 500 .SPX kehilangan 0,55 persen dan Nasdaq .IXIC 0,47 persen.

Penurunan tersebut terjadi meski sebagian besar data ekonomi optimis dengan inflasi inti AS merayap lebih tinggi dan penjualan ritel mengalahkan perkiraan dalam tanda positif untuk pertumbuhan.

Namun, kekuatan itu juga menambah risiko bahwa Federal Reserve tidak hanya akan naik pada bulan Desember, yang sekarang hampir sepenuhnya harga, namun beberapa kali di tahun depan juga.

Dilansir dari laman reuters, prospek tersebut menjanjikan untuk mendorong imbal hasil Treasury jangka pendek US2YT = RR naik lebih jauh dari puncak sembilan tahun saat ini.

Investor juga menduga pengetatan ini akan memperlambat ekonomi dan menghentikan inflasi yang mencapai target 2 persen di Fed, menurunkan yield jangka panjang US10YT = RR.

Akibatnya, selisih antara yield dua dan 10 tahun telah menyusut menjadi 64 basis poin, turun dari 98 basis poin empat bulan yang lalu dan premi ... Baca halaman selanjutnya