Rincian Indikator Perekonomian Indonesia Sepanjang September 2017 (1)

"Pada bulan ini sebagian besar kelompok mengalami inflasi"
Ilustrasi (Financial Tribune)

EKONOMI, KLIKPOSITIF -- Badan Pusat Statistik Indonesia mencatat, sepanjang bulan September 2017 terjadi inflasi sebesar 0,13 persen. Sementara itu pada September 2016 terjadi inflasi sebesar 0,19 persen. Pada bulan ini sebagian besar kelompok mengalami inflasi.

Kelompok yang mengalami inflasi tercatat antara lain Kelompok Pendidikan, Rekreasi, Dan Olahraga(1,03persen), KelompokSandang (0,52 persen), Kelompok Makanan Jadi, Minuman, Rokok Dan Tembakau (0,34 persen).

Kemudian kelompok Perumahan, Air, Listrik, Gas Dan Bahan Bakar (0,21 persen), Kelompok Kesehatan (0,16 persen), Kelompok Transportasi, Komunikasi & Jasa Keuangan (0,02 persen). Sedangkan kelompok yang mengalami deflasi adalah Kelompok Bahan Makanan (0,53 persen).

Pada catatan itu, tercatat pula jumlah uang yang beredar pada bulan September 2017 mencapai Rp1.304,49 triliun dengan komposisi 40 persen uang kartal dan 60 persen uang giral Jumlah tersebut mengalami kenaikan sebesar 2,34 persen dibanding jumlah uang beredar pada bulan sebelumnya.

Uang kartal mengalami penurunan sebesar 0,66 persen dan uang giral naik sebesar 4,45 persen. Sementara jika dibandingkan September 2016, jumlah uang yang beredar mengalami kenaikan sebesar 15,85 persen, kenaikan sebesar 11,49 persen pada uang kartal dan kenaikan sebesar 18,96 persen pada uang giral.

Sedangkan untuk Indeks Nilai Tukar Petani (NTP) sebagai perbandingan antara Indeks Harga yang diterima petani dengan Indeks Harga yang Dibayar Petani.

Mulai Desember 2013, NTP menggunakan Tahun Dasar 2012=100. Pada September 2017, dari 33 provinsi yang disurvei tercatat sebanyak 16 provinsi memiliki NTP di atas angka 100, sedangkan 17 provinsi memiliki NTP di bawah angka 100.

Data statistik yang disajikan dalam indikator ini dihimpun dan disiapkan oleh unit kerja-unit kerja yang ada di BPS, namun beberapa statistik diperoleh dari instansi lain, seperti Bank Indonesia, Badan Koordinasi Penanaman ... Baca halaman selanjutnya