Pernyataan Trump Soal Ibukota Yerusalem Bakal Guncang Pasar Modal RI?

"Pernyataan tersebut juga berdampak pada menguatnya nilai tukar dolar AS"
Donald Trump (Fortune)

EKONOMI, KLIKPOSITIF -- Bursa Efek Indonesia (BEI) memiliki pandangan lain terkait penyataan presiden Trump bahwa ibukota Israel adalah Yerusalem. Pandangan tersebut lebih kepada dampak pasar modal Indonesia.

Direktur Utama Bursa Efek Indonesia (BEI) Tito Sulistio khawatir, pernyataan Donald Trump dapat menggoncang kondisi pasar modal global, termasuk Indonesia karena besarnya kekuatan negara tersebut.

Pasar modal di tanah air pun menurut dia, perlu hati-hati, terkait pernyataan Trump.

"Terus terang, ini mengerikan karena dapat mempengaruhi financial market," katanya dikutip dari CNN.

Di sisi lain, pernyataan tersebut juga berdampak pada menguatnya nilai tukar dolar AS terhadap mata uang lainnya.

Hal tersebut, katanya juga perlu diwaspadai karena turut berdampak langsung pada pada keuangan di Indonesia.

"Terus terang Amerika ini kan sangat inward looking, populasinya saja 450 juta. Pasar modalnya naik, dampaknya memperkuat dolar," tutur Tito.

Ia juga meminta pemerintah untuk mewaspadai dampak dan gejolak yang akan terjadi dalam waktu yang terbilang panjang tersebut.

Sebelumnya, Presiden Amerika Serikat Donald Trump mengumumkan pengakuan Yerusalem sebagai ibukota Israel pada Rabu pekan lalu.

Di kesempatan yang sama juga Trump bakal memindahkan kedutaan besar Amerika Serikat dari Tel-Aviv ke Yerusalem.

Ia juga menegaskan kembali kepada publik bahwa Amerika Serikat mendukung status quo situs suci Bukit Kuil atau Haram al-Sharif

"Yerusalem kini, dan harus terus menjadi tempat di mana warga Yahudi berdoa di Tembok Barat, umat Kristiani melintasi Jalan Salib, dan umat Muslim beribadah di Masjid Al-Aqsa," kata Trump saat itu.(*)