Gas Elpiji 3 Kilogram Bukan untuk Pedagang

"Gas elpiji 3 kilogram hanya untuk kebutuhan rumah bagi masyarakat kurang mampu"
Ilustrasi (Net)

PADANG, KLIKPOSITIF -- Kepala Dinas Perindustrian dan Perdagangan (Disperindag) Sumbar, Asben Hendri menyatakan, pemerintah bersama PT. Pertamina telah meningkatkan pasokan gas elpiji 3 kilogram, serta telah digelar di sejumlah titik Operasi Pasar (OP) yang secara khusus menjual gas elpiji 3 kilogram. Akan tetapi masih saja ditemukan di beberapa kawasan sulit untuk mendapatkan gas bersubsidi tersebut.

Menurutnya, ada kemungkinan terjadi pengguna elpiji 3 kilogram yang tidak tepat sasaran, seperti halnya pelaku Usaha Mikro Kecil dan Menengah (UMKM), yang seharusnya tidak sepatutnya menggunakan gas elpiji 3 kilogram tersebut.

"Elpiji 3 kilogram itu diperuntukkan bagi yang kurang mampu, yang digunakan untuk ibu rumah tangga. Bukan malah untuk yang membuka usaha, seperti UMKM. Meskipun usaha yang dijalani usaha kecil-kecilan seperti berjualan gorengan tetap saja pedagang tidak boleh menggunakan elpiji 3 kilogram," tegas Asben Hendri.

Menurutnya, bagi pelaku usaha, baik itu usaha kecil ataupun usaha rumahan, harus menggunakan gas elpiji non subsidi, yakni Bright Gas 5,5 kilogram dan 12 kilogram. Jika tetap menggunakan elpiji 3 kilogram, maka untuk satu rumah itu bisa menghabiskan minimal 5 tabung sehari untuk menjalani usahanya itu. Hal tersebut dinilai akan berdampak terkurasnya pasokan yang ada.

"Bagi keluarga yang kurang mampu, paling untuk satu tabung itu bisa bertahan 2-3 minggu. Sementara bagi pelaku usaha, bisa minimal 5 tabung per hari. Kondisi ini jelas terlihat, salah satu penyebab kelangkaan elpiji bersubsidi ini bisa jadi akibat tingginya pengguna elpiji dari pelaku usaha," tukasnya.

[Joni Abdul Kasir]