Harga Minyak Mentah AS Masih Tergelincir

"Persediaan minyak mentah AS turun 5,1 juta barel "
Ilustrasi (Net)

KLIKPOSITIF -- Harga minyak tergelincir selama dua hari berturut-turut usai stok minyak mentah Amerika Serikat (AS) tergelincir diimbangi kenaikan persediaan bahan bakar bensin lebih besar. Ditambah produksi minyak AS terus tumbuh hingga sentuh rekor tertinggi.

Mengutip laman liputan6.com yang diambil dari laman Reuters, Kamis (14/12/2017), persediaan minyak mentah AS turun 5,1 juta barel pada pekan lalu. Produksi mencapai rekor tertinggi 9,78 juta barel per hari (bpd). Sedangkan pasokan bensin melonjak 5,7 juta barel, lebih dari dua kali lipat dari yang diharapkan analis sebesar 2,5 juta barel.

"Ini semacam sentimen campuran, terutama bensin sedikit lebih besar dari yang diperkirakan untuk minyak mentah. Namun, permintaan bensin sedikit turun. Biasanya pada 2017 Anda melihat permintaan sedikit lebih banyak," ujar Tariq Zahir, Managing Member Tyce Capital Advisors.

Harga minyak mentah West Texas Intermediate (WTI) pun turun 54 sen menjadi US$ 56,60 per barel. Sementara itu, harga minyak mentah Brent tergelincir 1,4 persen atau 90 sen menjadi US$ 62,44 per barel.

Adapun indeks internasional turun 2,1 persen pada perdagangan Selasa lantaran ada aksi ambil untung. Ini didorong sentimen penutupan yang tidak direncanakan dari jaringan pipa laut Utara Forties pada awal pekan. Hal itu mendorong harga minyak acuan global di atas US$ 65 untuk pertama kali sejak pertengahan 2015.

The US Energy Information Administration memperkirakan produksi minyak mentah dalam negeri akan meningkat sebesar 780 ribu barel per hari menjadi 10,02 juta barel per hari pada 2018.

Kontrak minyak mentah AS yang akan berakhir pada akhir tahun depan lebih dramatis alami aksi jual. Secara teknikal, produsen tampaknya menguras persediaan untuk dijual agar mendapatkan harga lebih tinggi dari kontrak baru. (*)