Kepulauan Mentawai Sudah Menerapkan BBM Satu Harga

"Penyalur BBM satu harga tersebut terdapat di kilometer 12 Desa Goiso Oinan, Kecamatan Sipora Utara"
Ilustrasi (Net)

EKONOMI, KLIKPOSITIF -- Kabupaten Kepuluan Mentawai kini sudah menerapkan Bahan Bakar Minyak (BBM) satu harga, penerapan program satu harga itu ditetapkan langsung oleh Kementerian ESDM.

Menteri Energi dan Sumber Daya Mineral (ESDM) Ignasius Jonan mengatakan, dengan penerapan BBM satu harga di Mentawai, saat ini tercatat sudah 37 penyalur yang menjalankan program itu.

"Sebelumnya hanya 33 penyalur, sekarang ini ada penambhan 4 kawasan, jadi secara keseluruhan sudah 37," katanya.

Empat kawasan itu yakni, Mentawai-Sumbar, Enggano-Bengkulu, Biduk-Biduk-Berau, dan Atambua-NTT. Untuk di Mentawai, penyalur BBM satu harga tersebut terdapat di kilometer 12 Desa Goiso Oinan, Kecamatan Sipora Utara.

"Jadi targetnya itu 154 titik sampai 2019. Masih ada 117 kecamatan lagi yang harus diadakan fasilitas supaya BBM Satu Harga sampai ke penyalur resmi atau ke SPBU atau ke Agen Penyalur Minyak dan Solar (APMS)," jelas Jonan.

Jonan juga mengungkapkan bahwa pemerintah selalu berusaha melakukan pemerataan pembangunan, terutama di wilayah terpencil, terluar dan terjauh (3T).

"Enggano ini salah satu pulau terluar. Kita memilih daerah yang terluar. Pemerintah selalu berusaha melakukan pemerataan pembangunan. Ini ada 4 (SPBU) dijadikan satu," papar mantan Menteri Perhubungan itu.

Seperti yang diketahui pembangunan penyalur BBM satu harga di wilayah 3T bukan merupakan hal yang mudah, mengingat lokasi geografis dan ongkos angkut yang tinggi sehingga perlu dipastikan tepat sasaran.

Pemerintah Daerah, Badan Usaha maupun masyarakat dapat melaporkan apabila ada dugaan tindakan penyalahgunaan yang terjadi di lapangan kepada BPH Migas ataupun Instansi yang berwenang lainnya.

BPH Migas mempunyai tugas untuk melakukan pengaturan, pengawasan serta verifikasi terhadap kelancaran dan ketepatan pelaksanaan pendistribusian Jenis BBM Tertentu dan Jenis BBM Khusus Penugasan.(*)