Akan Ada Kantor Amazon di Arab Saudi?

"mereka dan raksasa teknologi global lainnya belum bisa langsung hadir disana."
Apple dan Amazon sedang berdiskusi dengan Riyadh mengenai investasi di Arab Saudi. (investorplace.com)

KLIKPOSITIF - Apple dan Amazon sedang berdiskusi dengan Riyadh mengenai investasi di Arab Saudi. Kedua perusahaan tersebut sudah menjual produknya di Arab Saudi melalui pihak ketiga namun mereka dan raksasa teknologi global lainnya belum bisa langsung hadir disana.

Diskusi Amazon dipimpin oleh divisi komputasi awan Amazon Web Services (AWS), yang akan memperkenalkan persaingan ketat di pasar yang saat ini didominasi oleh penyedia lokal kecil seperti STC dan Mobily.

Riyadh telah mengurangi hambatan regulasi selama dua tahun terakhir, termasuk pembatasan kepemilikan asing yang telah lama membuat investor menjauh, karena turunnya harga minyak mentah menyoroti kebutuhan untuk melakukan diversifikasi ekonomi bergantung pada minyak.

Pasar Arab Saudi yang relatif kaya dan makmur menawarkan beberapa penggunaan internet dan smartphone tertinggi di dunia. Sekitar 70 persen penduduk Saudi berusia di bawah 30 tahun sering terpaku pada media sosial. "Perundingan Amazon berada pada tahap awal dan tidak ada tanggal spesifik yang ditetapkan untuk rencana investasi lainnya, kata sumber dari Reuters.

Amazon mengakuisisi pengecer online berbasis di Dubai tahun 2017 yang membuka akses barang ritel Amazon untuk dijual di kerajaan tersebut.

Dilansir dari laman Aljazeera, selama kunjungan resmi ke Amerika Serikat tahun lalu Pangeran Mahkota Arab Saudi Mohammed bin Salman bertemu dengan para eksekutif di Facebook, Microsoft dan Uber, di mana dana kekayaan kedaulatan yang diketuainya mengambil saham senilai $ 3,5 miliar.

Sejak itu, dia juga telah menyiapkan dana investasi teknologi senilai $ 45 miliar dengan SoftBank dari Jepang dan mengumumkan rencana untuk menciptakan mega-city futuristik $ 500 miliar dengan lebih banyak robot daripada manusia. Apple dan Amazon sama-sama berada di daftar prioritas perusahaan asing Saudi berharap dapat menarik reformasi mereka.

"Banyak perusahaan multinasional berteknologi tinggi ... Baca halaman selanjutnya