Selain Beras, Rokok Punya Andil Besar Terhadap Kemiskinan di Sumbar

"Penyumbang terbesar angka kemiskinan dari sisi makanan adalah beras"
Ilustrasi rokok (KLIKPOSITIF/Ocky Anugrah Mahesa)

EKONOMI, KLIKPOSITIF -- Badan Pusat Statistik Sumatera Barat mencatat jumlah penduduk miskin Sumbar pada periode September 2017 mencapai 359.099 jiwa atau turun 4.052 jiwa dibandingkan periode Maret 2017 lalu.

Secara persentase, angka kemiskinan tersebut dibagi menjadi dua lokasi yakni perkotaan dan pedesaan.

Menurut data, pada September 2017, pengeluaran dari sisi makanan menjadi penyumbang terbesar terhadap garis kemiskinan dengan andil 76,44 persen.

Jika lebih dirinci, penyumbang terbesar angka kemiskinan dari sisi makanan adalah beras, yang merupakan sumber makanan sehari-hari.

Berdasarkan catatan, beras memiliki andil terbesar dengan persentase mencapai 17,93 persen. Kemudian disusul oleh daging sapi yang mencapai 13 persen.

Setelah itu, rokok berada di peringkat ketiga dengan persentase mencapai 10,81 persen dan cabai merah malah lebih rendah dengan andil 3,44 persen.

Persentase tersebut terdapat di perkotaan. Sedangkan untuk di pedesaan beras memberi andil yang lebih besar terhadap penyumbang kemiskinan.

Dalam catatan tersebut, beras menyumbang 23,97 persen di angka kemiskinan, dan rokok berada di peringkat kedua dengan persentase mencapai 16,24 persen.

Lalu di peringkat ke tiga terdapat cabai merah dengan andil 4,77 persen dan daging sapi 3,99 persen di posisi ke empat.

Perhitungan angka kemiskinan ini menggunakan konsep kemampuan memenuhi kebutuhan dasar yang memandang kemiskinan sebagai ketidakmampuan dari sisi ekonomi.

Lalu diukur pula tingkat pemenuhan kebutuhan dasar makanan dan bukan makanan yang diukur dari sisi pengeluaran.

Sementara metode yang digunakan menghitung garis kemiskinan terdiri atas dua komponen yaitu garis kemiskinan makanan dan garis kemiskinan nonmakanan.

Garis kemiskinan makanan merupakan nilai pengeluaran kebutuhan minimum makanan yang disetarakan dengan 2.100 kilo kalori per kapita perhari.

Penduduk miskin ... Baca halaman selanjutnya