Dalam 5 Bulan, Penduduk Miskin Sumbar Berkurang 4 Ribu Orang

"Data tersebut merupakan perhitungan pada bulan September 2017 lalu"
Ilustrasi (Net)

PADANG, KLIKPOSITIF -- Badan Pusat Statistik Sumatera Barat mencatat, jumlah penduduk miskin di daerah itu berkurang 4,52 ribu orang.

Data tersebut merupakan perhitungan pada bulan September 2017 lalu. Jika dibandingkan dengan data lima bulan sebelumnya atau pada Maret, jumlahnya sangat berbeda.

Pada Maret tercatat jumlah penduduk miskin mencapai 364,51 ribu orang. Sedangkan di bulan September berkurang menjadi 359,99 ribu.

Kategori penduduk miskin menurut BPS adalah penduduk dengan pengeluaran per kapita per bulan di bawah garis kemiskinan.

Jika dirinci, persentase penduduk miskin di daerah perkotaan pada Maret 2017 sebesar 5,14 persen turun menjadi 5,11 persen pada September 2017.

Sementara persentase penduduk miskin di daerah perdesaan pada Maret 2017 sebesar 8,10 persen turun menjadi 7,94 persen pada September 2017.

Selama periode itu, jumlah penduduk miskin di daerah perkotaan naik sebanyak 1,58 ribu orang (dari 113,01 ribu orang pada Maret 2017 menjadi 114,59 ribu orang pada September 2017).

Sementara di daerah perdesaan turun sebanyak 6,09 ribu orang (dari 251,50 ribu orang pada Maret 2017 menjadi 245,41 ribu orang pada September 2017).

Menurut catatan BPS, Peranan komoditi makanan terhadap Garis Kemiskinan jauh lebih besar dibandingkan peranan komoditi bukan makanan (perumahan, sandang, pendidikan, dan kesehatan).

Sementara sumbangan Garis Kemiskinan Makanan terhadap Garis Kemiskinan pada September 2017 tercatat sebesar 76,44 persen.

BPS merinci lima jenis komoditi makanan yang berpengaruh besar terhadap nilai Garis Kemiskinan di perkotaan maupun di perdesaan adalah beras, rokok kretek filter, daging sapi, cabe merah, dan telur ayam ras.

Sedangkan lima komoditi nonmakanan yang berpengaruh besar terhadap nilai Garis kemiskinan di perkotaan maupun perdesaan adalah perumahan, listrik, bensin, pendidikan, dan perlengkapan mandi.(*)