Harga Melonjak, Ketua MPR Minta Pemerintah Optimalkan Pasokan Beras

"Sekarang harga beras naik, gas naik. Kasihan masyarakat"
Ilustrasi distribusi beras (KLIKPOSITIF/Joni Abdul Kasir)

EKONOMI, KLIKPOSITIF -- Ketua Majelis Perwakilan Rakyat Zulkifli Hasan, meminta pemerintah mengoptimalkan stok beras yang ada pada Perum Bulog.

Hal itu dilakukan untuk menurunkan harga beras. Sebab kini harga beras melonjak belakangan ini dan pemerintah memutuskan mengimpor sekitar 500.000 ton beras.

"Sekarang harga beras naik, gas naik. Kasihan masyarakat," katanya.

Menurutnya, untuk menurunkan harga beras tersebut pihaknya berharap agar stok beras yang dimiliki  Bulog segera dihabiskan untuk digunakan operasi pasar besar-besaran. 

Mengenai impor beras, pihaknya menyebut agar pemerintah lebih berhati-hati melakukannya mengingat pada bulan Februari mulai memasuki panen raya.

"Kalau mau beli (impor), beli pesan tetapi jangan didatangkan. Taruh di luar negeri dulu, karena kalau masuk dan bersamaan dengan panen raya maka harga bisa hancur," ucap dia.

Pemerintah sebelumnya menyatakan Indonesia sudah swasembada pangan, suatu capaian ketahanan pangan yang juga disumbang peran serta TNI.

Kalaupun harus membeli beras dari luar negeri, menurut dia, akan lebih tepat digunakan sebagai stok atau cadangan ketika di dalam negeri sedang tidak ada stok.

Sebelumnya, menurut salah satu pedagang beras di Pasar Legi, Ali, untuk beras premium kini naik harga menjadi Rp11.500/kg-Rp13.000/kg dari yang seharusnya di kisaran Rp11.000/kg.

Sedangkan untuk beras kualitas medium, dia katakan, harganya mencapai Rp10.000-11.000/kg, yang melebihi HET pemerintah, yaitu Rp9.450/kg.

Terkait kenaikan harga itu, mereka tidak mengetahui secara pasti karena dari distributornya harga beras sudah tinggi.(*)