Riset: Harga Premium di Indonesia Harusnya Sudah Rp8.925

"Penetapan harga segitu berdasarkan hitung-hitungan harga minyak mentah Brent"
Ilustrasi (Jualo)

EKONOMI, KLIKPOSITIF -- Harga keekonomian bahan bakar minyak subsidi jenis Premium di Indonesia harusnya lebih tinggi dari harga yang ada di pasaran sekarang.

Hal itu diungkapkan oleh Lembaga riset Institute for Development of Economics and Finance (Indef). Penetapan harga segitu berdasarkan hitung-hitungan harga minyak mentah Brent.

Wakil Direktur Indef Eko Listiyanto, mengatakan jika dihitung dengan harga minyak mentah Brent sebesar 70 dolar AS per barel dan kurs rupiah pada level Rp13.321, maka harga BBM jenis Premium seharusnya dijual Rp8.925/liter, minyak tanah Rp7.592/liter dan solar Rp9.058/liter.

"Secara keekonomian harganya sudah ditahan. Sementara harga BBM di SPBU berlaku sampai 31 Januari 2018, Premium dijual Rp6.550," katanya.

Dikutip dari Antara, saat ini berdasarkan harga yang berlaku pada 16-31 Januari 2018, Pertamina menetapkan harga jual BBM jenis Pertamax sebesar Rp8.600/liter, Pertalite Rp7.600/liter, dan penugasan untuk Premium sebesar premium Rp6.550/liter.

Dengan kondisi seperti itu menurutnya, selisih harga bahan bakar minyak akan berdampak pada penurunan keuntungan Pertamina.

Ia memprediksi tren harga minyak dunia akan terus naik sampai 2019.

Secara umum, kenaikan tersebut memang menguntungkan dari sisi hulu atau perusahaan minyak yang akan bertambah pendapatannya, namun dari sisi hilir akan berdampak pada meningkatnya harga BBM dan komoditas hilir lainnya terutama pangan.

"Ada kemungkinan besar harga minyak naik, produk olahannya, BBM, juga naik. Kalau melihat Pertamina yang terjadi adalah penurunan keuntungan. Masih untung, tapi ada beban PSO," ungkapnya.

Ia menambahkan jika semua selisih harga BBM ditanggung Pertamina, tentunya akan mengganggu kelancaran bisnis sehingga keuntungan akan semakin tergerus.

Akibatnya, kemampuan investasi perseroan pasti semakin melemah di tengah kondisi saat ini yang membutuhkan banyak kegiatan eksplorasi dan ... Baca halaman selanjutnya