Wajib Bayar Zakat, Gaji PNS akan Dipotong 2,5 Persen Tiap Bulan

"Hal ini dilakukan khusus bagi PNS yang beragama Muslim"
Ilustrasi PNS (Korpri)

EKONOMI, KLIKPOSITIF -- Menteri Agama Lukman Hakim Saifuddin mengatakan, pemerintah akan memotong gaji Pegawai Negeri Sipil sebesar 2,5 persen untuk zakat.

Hal ini dilakukan khusus bagi PNS yang beragama Muslim, dan akan diperkuat dengan Peraturan Presiden.

Hanya saja menurutnya, pemotongan ini bersifat tidak wajib, sehingga setiap masing-masing PNS bisa mengajukan keberatan jika menolak kebijakan itu.

"Ini bukan paksaan, lebih tepatnya adalah imbauan," kata Lukman. Ia mengatakan, pemotongan gaji hanya bagian dari pemenuhan kewajiban dari sesama Muslim.

Menurut dia, hal ini dilakukan seiring potensi dana himpunan zakat yang besar. Mengutip Baznas, potensi zakat nasional bisa tembus Rp271 triliun.

Rencananya, imbauan berzakat lewat gaji PNS akan dimulai tahun ini juga. Nantinya, dana himpunan zakat tersebut akan dikelola oleh Badan Amil Zakat Nasional (Baznas).

Kendati begitu, ia belum bisa memastikan jumlah potensi zakat yang bisa terkumpul dengan kebijakan itu. Sebab kebijakan tersebut tidak wajib.

Lalu soal pemanfaatan utama zakat, nanti sebut Lukman akan dipertimbangkan oleh Baznas.

"Kami ingin potensi ini bisa diaktualisasikan, sehingga lebih banyak masyarakat dapat manfaat dari dana zakat," pungkas Lukman.

Berdasarkan data Baznas, total himpunan dana zakat hingga 2017 berada di angka Rp6 triliun, Angka ini naik 17,18 persen dibanding tahun sebelumnya sebesar Rp5,12 triliun.(*)