81 Persen ULN Indonesia Berasal dari Penerbitan Surat Berharga

"Selain itu, nominal utang juga berasal dari pinjaman luar negeri"
Menteri Keuangan, Sri Mulyani Indrawati (Kemenkeu)

EKONOMI, KLIKPOSITIF -- Kementerian Keuangan mencatat total utang luar negeri (ULN) hingga Januari 2018 bertambah Rp20 triliun.

Jika sebelumnya jumlah utang Rp3.938,7 triliun pada akhir tahun 2017 lalu, maka sekarang naik menjadi Rp3.958,7 triliun.

Berdasarkan data, nominal utang tersebut masih didominasi oleh penerbitan Surat Berharga Negara (SBN) yang mencapai Rp3.206,38 triliun.

Jika dirinci, utang dari penerbitan SBN tersebut merupakan 81 persen dari total utang pemerintah. Penerbitan SBN tersebut mayoritas atau sekitar Rp2.330,65 triliun diterbitkan dalam denominasi rupiah.

Baca Juga: BI: Utang Luar Negeri Indonesia Tahun 2017 Naik 10,1 Persen

Selain itu, nominal utang juga berasal dari pinjaman luar negeri yang mencapai Rp746,64 triliun. Sektor pinjaman tersebut mengisi 18,9 persen total utang.

Menteri Keuangan, Sri Mulyani Indrawati menilai, jumlah utang tersebut masih terbilang stabil, sebab masih 29 persen dari Pendapatan Domestik Bruto (PDB).

"Nilainya tetap terjaga di level aman, dengan menjaga risiko nilai tukar dan perubahan suku bunga," katanya dikutip dari CNN.

Kinerja Positif Realisasi APBN

Pandangan Sri Mulyani soal level utang tersebut bisa jadi realistis jika melihat kinerja realisasi Anggaran Pendapatan dan Belanja Negara di bulan Januari 2018.

Menteri yang meraih gelar menteri terbaik di dunia di Dubai beberapa waktu lalu itu menyebut bahwa, di periode itu kinerja realisasi APBN terus membaik.

Baca Juga: Realisasi Perpajakan Januari 2018 Tumbuh Positif

Berdasarkan data, realisasi pendapatan negara sampai dengan 31 Januari 2018 sebesar Rp101,4 triliun ... Baca halaman selanjutnya