Ada Dua Kabar Baik dari Rilis Utang Luar Negeri Indonesia

"Pemerintah telah merealisasikan pembiayaan utang sebesar Rp21,4 triliun"
Ilustrasi (KLIKPOSITIF/Ocky Anugrah Mahesa)

EKONOMI, KLIKPOSITIF -- Kementerian Keuangan mencatat total utang luar negeri (ULN) hingga Januari 2018 bertambah Rp20 triliun.

Jika sebelumnya jumlah utang Rp3.938,7 triliun pada akhir tahun 2017 lalu, maka sekarang naik menjadi Rp3.958,7 triliun.

Berdasarkan data, nominal utang tersebut masih didominasi oleh penerbitan Surat Berharga Negara (SBN) yang mencapai Rp3.206,38 triliun.

Meski meningkat, Menteri Keuangan Sri Mulyani Indrawati mengatakan ada dua kabar baik dari rilis nominal utang tersebut.

Baca Juga: BI: Utang Luar Negeri Indonesia Tahun 2017 Naik 10,1 Persen

Pertama sebut dia, pemerintah telah merealisasikan pembiayaan utang sebesar Rp21,4 triliun.

Pembiayaan tersebut terdiri dari penerbitan SBN (neto) sebesar Rp15,5 triliun dan pinjaman sebesar Rp5,9 triliun.

Baca Juga: 81 Persen ULN Indonesia Berasal dari Penerbitan Surat Berharga

"Jika dibandingkan dengan Januari 2017, pembiayaan utang mencapai Rp81,2 triliun. Ini menggambarkan hal yang positif," katanya dikutip dari CNN Indonesia.

Kabar kedua yakni berasal dari tingkat bunga SPN (Surat Perbendaharaan Negara) 3 bulan.

Menurut data, hingga 31 Januari 2018, realisasi tingkat bunga SPN tercatat sebesar 3,95 persen, jauh dibawah asumsi APBN 2018 sebesar 5,2 persen.(*)