Sektor Nonmigas Dorong Pertumbuhan Ekspor Indonesia

"Kenaikan ekspor nonmigas didorong oleh peningkatan ekspor beberapa produk"
Ilustrasi (Net)

EKONOMI, KLIKPOSITIF -- Kementerian Perdagangan mencatat, nilai ekspor sektor nonmigas mencapai 8,57 persen, dan migas 1,10 persen. Angka tersebut tercatat sebagai penopang ekspor secara keseluruhan.

Kenaikan ekspor nonmigas didorong oleh peningkatan ekspor beberapa produk, antara lain bahan bakar mineral (HS 27), perhiasan/permata (HS 71), besi dan baja (HS 72), bubur kayu/pulp (HS 47), ikan dan udang (HS 03).

Kemudian juga diikuti oleh bijih, kerak, dan abu logam (HS 26), dan pakaian jadi bukan rajutan (HS62). Di samping itu, ekspor migas juga mengalami kenaikan yang didorong oleh peningkatan ekspor gas sebesar 20,84%.

kenaikan ekspor nonmigas periode Januari 2018 didukung oleh peningkatan ekspor ke beberapa negara tujuan ekspor.

Peningkatan terhitung terdapat di Arab Saudi (naik 42,8%), Filipina (naik 26,6%), Belanda (naik 24,4%), Bangladesh (naik 24,2%), RRT (naik 23,8%), Jepang (naik 19,5%), dan Amerika Serikat (naik 8,2%).

Sementara itu, ekspor nonmigas yang mengalami penurunan (YoY) antara lain ke India (turun 16,5%), Thailand (turun 5,6%), Vietnam (turun 7,4%), Pakistan (turun 32,3%), Australia (turun 23,0%), dan Spanyol (turun 13,9%).

Dengan angka ekspor sektor nonmigas tersebut memberikan pengaruh pada peningkatan ekspor pada bulan Januari 2018 tercatat sebesar 14,45 miliar dolar AS atau naik sebesar 7,86% dibanding periode yang sama tahun 2017 (YoY).(*)