Jatuh Bangun Zainal Abidin Merintis Usaha Kipang Pulut Bonjol Ita Pasaman

"Untuk memproduksi kipang, Zainal Abidin bisa menghabiskan enam hingga delapan ton beras pulut setiap bulan"
Kipang pulut Bonjol Ita Pasaman (Istimewa)

PASAMAN, KLIKPOSITIF -- Bagi sebagian masyarakat Pasaman, 'Kipang Pulut Bonjol Ita' mungkin sudah tidak asing lagi, karena kipang ini memang diproduksi di Pasaman, tepatnya di kawasan Pasar Senin Bonjol.

Tak hanya di Pasaman dan beberapa daerah di Sumbar, namun ternyata distribusi kipang ini sudah merambah ke berbagai daerah di Indonesia.

Namun perjuangan menjadi sebesar ini tentunya bukan diraih dengan instan. Zainal Abidin (33) selaku owner Kipang Pulut Bonjol Ita, harus mengalami jatuh bangun dalam menggeluti usaha ini. Dalam prinsipnya, tak pernah ada kata lelah dan patah semangat dalam hidupnya, meskipun harus gagal pada awalnya.

Zainal Abidin menceritakan, awalnya dengan bermodalkan Rp1 juta yang diperoleh dari hasil merantau dari Medan Provinsi Sumatera Utara tahun 2016, ia mulai tertarik dengan bisnis kipang dan akhirnya mulai membuka usaha Kipang pulut. Dengan uang Rp1 juta tersebut, ia bisa membuat 300 bungkus kipang.

Dengan penuh percaya diri, ia mulai memasarkan kipang produksinya ke Bukittinggi dengan harga Rp10 ribu perbungkus. Namun apa yang terjadi sangat jauh dari harapan.Kipang pulut tersebut malah tidak laku sama sehingga harus menanggung rugi.

"Tapi saya tidak mudah patah semangat dan putus asa. Pada bulan Maret 2016 saya kembali membuat kipang dengan modal Rp3 juta," kata Zainal Abidin saat ditemui KLIKPOSITIF, Kamis 22 Februari 2018.

Usaha tersebut ternyata mulai dilirik pembeli. Zainal Abidin-pun bertambah semangat mempromosikannya lebih luas lagi.

"Alhamdulilah, kipang buatan saya mulai disukai pembeli dan setiap hari mulai laris manis. Karena setiap harinya mulai banyak peminat, saya akhirnya mulai merekrut tenaga kerja warga sekitar," sebutnya.

Pemasaranpun semakin meluas, awalnya hanya di Pasaman, Bukittinggi. Selanjutnya terus melebar ke Payakumbuh, Padang, Medan, Aceh, Jakarta dan Yogyakarta.

"Sekarang, ... Baca halaman selanjutnya