Harga Rokok Dorong Inflasi Februari 2018

Ilustrasi
Ilustrasi (KLIKPOSITIF/Ocky Anugrah Mahesa)

EKONOMI, KLIKPOSITIF -- Badan Pusat Statistik mencatat, sepanjang bulan Februari 2018 lalu, Indonesia mengalami inflasi sebesar 0,17 persen.

Perkembangan harga berbagai komoditas pada Februari 2018 secara umum menunjukkan adanya kenaikan.

baca juga: Inflasi Sumbar pada Mei 0,63 Persen, BI: Terutama Berasal dari Kelompok Transportasi

Berdasarkan hasil pemantauan BPS di 82 kota pada Februari 2018 terjadi kenaikan Indeks Harga Konsumen (IHK) dari 132,10 pada Januari
2018 menjadi 132,32 pada Februari 2018.

Tingkat inflasi tahun kalender (Januari–Februari) 2018 sebesar 0,79 persen dan tingkat inflasi tahun ke tahun (Februari 2018 terhadap Februari 2017) sebesar 3,18 persen.

baca juga: BPS: Sensus Penduduk Online hanya Diikuti 19,05 Persen Penduduk

Jika lebih dirinci, inflasi terjadi karena adanya kenaikan harga yang ditunjukkan oleh naiknya seluruh indeks kelompok pengeluaran.

Kelompok bahan makanan pada Februari 2018 mengalami inflasi sebesar 0,13 persen, dengan kontribusi terhadap laju inflasi 0,01 persen.

baca juga: Benarkah Nikotin Bisa Tangkal Virus Corona, Peneliti Ungkap Fakta Ini

Dilanjutkan dengan kelompok makanan jadi, minuman, rokok dan tembakau. Kelompok ini mengalami inflasi sebesar 0,43 persen.

Kelompok tersebut terbilang menjadi penyumbang inflasi tertinggi sepanjang Februari, dengan persentase mencapai 0,07 persen.

baca juga: Inflasi Ramadan Tahun Ini Lebih Rendah dari Biasanya

Komoditas yang dominan memberikan sumbangan inflasi , yaitu ayam goreng, soto, rokok kretek, dan rokok kretek filter masing-masing sebesar 0,01 persen.

Kemudian kelompok perumahan, air, listrik, gas, dan bahan bakar. Kelompok tersebut mengalami inflasi 0,22 persen, dengan kontribusi 0,05 persen.

Lalu kelompok sandang yang terbilang juga mengalami inflasi 0,35 persen, dengan kontribusi 0,02 persen terhadap laju inflasi .

Selanjutnya kelompok kesehatan dengan persentase inflasi 0,26 persen, dengan kontribusi sepanjang Februari mencapai 0,02 persen.

Untuk kelompok pendidikan, rekreasi dan olahraga terbilang inflasi dengan persentase 0,07 persen. Kelompok ini terhitung tidak memberikan andil pada laju inflasi .

Terakhir adalah kelompok transpor, komunikasi dan jasa keuangan. Kelompok ini mengalami inflasi dengan persentase mencapai 0,02 persen.

Kelompok terakhir ini memberikan andil sebesar 0,01 persen sepanjang bulan Februari 2018 lalu.

Inflasi Tahunan

Berdasarkan data BPS , dari 82 kota, 55 kota mengalami inflasi dan 27 kota mengalami deflasi. Inflasi tertinggi terjadi di Jayapura sebesar 1,05 persen dan terendah terjadi di Palangka Raya sebesar 0,04 persen.

Sementara deflasi tertinggi terjadi di Medan sebesar 0,96 persen dan terendah terjadi di Lubuklinggau sebesar 0,02 persen.

Tingkat inflasi tahun kalender (Januari-Februari) 2018 tercatat 0,79 persen dan tingkat inflasi tahun ke tahun (Februari 2018 terhadap Februari 2017) sebesar 3,18 persen.

Komponen inti pada Februari 2018 mengalami inflasi sebesar 0,26 persen. Tingkat inflasi komponen inti tahun kalender (Januari-Februari) 2018 sebesar 0,57 persen dan tingkat inflasi komponen inti tahun ke tahun (Februari 2018 terhadap Februari 2017) sebesar 2,58 persen.(*)

Penulis: Ocky Anugrah Mahesa