Harga Karet Makin Anjlok, Para Petani di Pessel Banting Stir

"Saat ini harga Rp6.500 sampai Rp7000 perkilo. "
Aktivitas Pengumpul Karet di Pessel (Kiki Julnasri/Klikpositif)

PESSEL, KLIKPOSITIF -- Petani karet di Lagan Hilir Punggasan, Kecamatan Linggo Sari Baganti, Kabupaten Pesisir Selatan terus menjerit terkait anjloknya harga karet di daerah itu.

Saat ini harga Rp6.500 sampai Rp7000 perkilo. Semula sempat naik mencapai Rp11.000 namun hanya bertahan sekitar tiga minggu saja dan kembali turun dalam tiga bulan terakhir.

"Tentu dengan kondisi ini, membuat masyarakat menjadi tidak berdaya. Sebab, harga jauh dari harapan," kata salah seorang petani karet, Zulkarna (50) pada KLIKPOSITIF.

Menurutnya, sebelumnya harga karet bisa mencapai harga Rp11.000-13.000. Bahkan, harga itu bisa naik Rp18.000-Rp25.000 perkilo.

"Jadi kita sangat menginginkan harga karet seperti di tahun 2012 lalu," terangnya.

Ia menjelaskan, anjloknya harga karet sangat berdampak buruk terhadap perekonomian petani. Bahkan kondisi itu mempengaruhi lingkungan, sulit lapangan perkerjaan di daerah itu.

"Saat ini masyarakat banyak beralih profesi ke pekerjaan lain. Ada yang kembali turun ke sawah, bahkan ada yang merantau untuk mengadu peruntungan, yang sebagian besarnya biasa menetap di kampung," ujarnya.

Sementara itu, seorang pengumpul karet, Busri (45) mengaku, harga karet petani yang dikumpulkan sudah sesuai pasaran. Sebab, sebagian pengumpul hanya mendapat untung sedikit yang dibeli dari petani.

"Harga antara Rp6.500 hingga Rp7000 perkilo itu sudah sesuai pasar. Karenakan harga jual ke pengepul (toke besar) yang basah seharga Rp8000 dan yang kering Rp10.000," ungkapnya.

Lanjutnya, sejak harga getah karet terus anjlok, pengumpul terkadang juga kesulitan mendapat hasil panen petani. Bahkan, karena sedikitnya petani yang panen, pengumpul terpaksa menaikan harga dari harga normalnya.

"Sekarang kita hanya mampu kumpulkan 2 ton seminggu. Padahal sebelumnya bisa 8 ton, karena kondisi saat ini petani sudah banyak yang tidak panen,"btutupnya.

[Kiki Julnasri ... Baca halaman selanjutnya