Hasilkan Pekerja Kompeten, Menteri Hanif: Indonesia Butuh Investasi SDM

"Investasi SDM ini kata dia melibatkan perubahan dalam sistem pendidikan dan pelatihan kerja"
Ilustrasi pekerja Indonesia (Beritasatu)

EKONOMI, KLIKPOSITIF -- Pemerintah Indonesia saat ini membutuhkan pekerja yang lebih kompeten yang sesuai dengan kebutuhan dunia industri.

Hal itu diungkapkan oleh Menteri Ketenagakerjaan M Hanif Dhakiri. Menurut dia, untuk pengembangan kompetensi pekerja Indonesia, maka pemerintah membutuhkan investasi di sektor SDM (Sumber Daya Manusia).

Investasi SDM ini kata dia melibatkan perubahan dalam sistem pendidikan dan pelatihan kerja.

"Investasi SDM harus benar-benar berbasis atau berorientasi demand driven, fokus, massif dan merata, karena kalau tidak memenuhi empat hal itu, akhirnya akan terjadi gap atau kesenjangan antar daerah," katanya.

Ia menjelaskan pihaknya menitikberatkan tiga isu dalam penyusunan roadmap SDM sebagai rencana kerja pemerintah di 2019.

Ketiganya yaitu kualitas, kuantitas, dan persebaran yang dianggap memiliki peran penting sumber SDM untuk mendukung percepatan investasi di Indonesia.

"Soal kualitas yang intinya adalah demand driven, sesuai dengan kebutuhan pasar. Kedua adalah kuantitas, jumlah harus memadai. Ketiga adalah persebaran," ucap Hanif.

Menurutnya, persebaran SDM juga harus mendapatkan perhatian karena ketersediaannya cukup relatif bergantung pada wilayahnya.

Tingkat ketersediaan SDM yang berkualitas cukup banyak di Jakarta, sementara di daerah lainnya bisa menunjukkan keadaan yang berbeda.

"Kualitas, kuantitas, dan persebaran dinilainya harus menjadi isu penting untuk dibahas di lintas kementerian sehingga bisa menjadi bahan untuk memperkaya penyusunan draft roadmap SDM," jelasnya.

Hanif mengungkapkan pihaknya menargetkan mampu menggelar program pemagangan bagi 400.000 orang yang didukung oleh Kamar Dagang dan Industri (KADIN), Asosiasi Pengusaha Indonesia (APINDO) serta industri terkait.

"Untuk mencapai target ini, Kemenaker harus menyiapkan setidaknya 8.000 mentor dari berasal dari kalangan industri," pungkasnya ... Baca halaman selanjutnya