Saham Asia Melemah Akibat Ketakutan Proteksionisme AS

"Kombinasi tersebut membuat investor bergegas mengamankan saham"
Ilustrasi (Net)

KLIKPOSITIF - Saham Asia tergelincir di tengah kekhawatiran meningkatnya proteksionisme AS karena Presiden Donald Trump memecat Sekretaris Negara, dianggap moderat di pemerintahannya dan memperhatikan tarif impor China yang besar, Rabu, 14 Maret 2018.

Kombinasi tersebut membuat investor bergegas mengamankan saham karena ekuitas global mengalami penurunan, dolar turun dan obligasi menguat. Indeks MSCI terluas di Asia-Pasifik di luar Jepang .MIAPJ0000PUS turun 0,3 persen, mundur dari kenaikan tertinggi 1-1 / 2 bulan pada Selasa (13/3).

Saham Australia tergelincir 0,8 persen pada awal perdagangan, sementara Nikkei Jepang. N225 turun 0,8 persen. Indeks Kospi Korea Selatan .HS11 turun 0,7 persen. Kelemahan mengikuti penurunan di Wall Street, dengan Dow .DJI turun 0,7 persen, S & P 500.SPX turun 0,6 persen dan Nasdaq Composite .IXIC turun 1,0 persen.

Dilansir dari laman reuters, Trump memberhentikan Sekretaris Negara Rex Tillerson Selasa (13/3) setelah serangkaian keretakan publik atas kebijakan Korea Utara, Rusia dan Iran, serta menggantikan diplomat utamanya dengan Direktur CIA Mike Chaweo.

Kritikus mengatakan bahwa langkah tersebut akan menambah ketidakstabilan administrasi Trump yang tidak stabil dan menandai kepergian moderat lain yang berusaha menekankan hubungan kuat Amerika Serikat dengan sekutu-sekutunya.

Secara terpisah, Trump juga ingin menerapkan tarif impor China hingga 60 miliar dolar, yang ditargetkan pada teknologi informasi, elektronik konsumen dan telekomunikasi. "Kepergian Tillerson membuat beberapa kekhawatiran bahwa ini memberi lampu hijau bagi mereka yang berada di kantor mendorong tindakan proteksionis lebih banyak sehingga terus meningkat," kata analis di ANZ Bank.

Investor menduga pembuat kebijakan yang menyukai proteksionisme juga akan berusaha menggunakan mata uang tersebut sebagai senjata perdagangan, jika tidak terang-terangan kemudian melalui pengabaian ... Baca halaman selanjutnya