BI: Nilai Tukar Rupiah Tidak Sesuai dengan Ekonomi Negara

"Harusnya bisa lebih kuat, karena memang tidak sesuai dengan fundamental ekonomi negara"
Ilustrasi (Net)

EKONOMI, KLIKPOSITIF -- Departemen Pengelolaan Moneter Bank Indonesia menyebutkan bahwa saat ini nilai tukar rupiah terhadap dolar AS berkisar di angka Rp13.700 per dolar AS.

Kepala Departemen Pengelolaan Moneter BI Doddy Zulverdi mengatakan, angka tersebut tidak sesuai dengan fundamental perekonomian Indonesia.

"Harusnya bisa lebih kuat, karena memang tidak sesuai dengan fundamental ekonomi negara," katanya.

Mengutip dari Antara, beberapa faktor yang menentukan nilai fundamental perekonomian adalah defisit transaksi berjalan yang diperkirakan terjaga di 2-2,5 persen PDB tahun ini.

Kemudian hal itu juga ditopang oleh inflasi yang masih di sasaran 2,5-4,5 persen (yoy). Serta pertumbuhan ekonomi yang diprediksi lebih baik dan berada di kisaran 5,1-5,5 persen (yoy) di tahun ini.

Menurut catatan, sejak 1 Maret hingga 14 Maret, kurs rupiah terdepresiasi sebesar 0,27 persen (month to date). Jika dihitung sejak 1 Januari hingga 1 Maret 2018, rupiah terdepresiasi 1,5 persen.

"Harus lebih kuat dari posisi sekarang," ucap Doddy.

Dengan kondisi saat ini, ia menegaskan bahwa depresiasi nilai tukar rupiah belum menunjukkan tanda-tanda terjun ke level Rp15.000 per dolar AS.

Pasalnya, meski rupiah tidak sesuai dengan fundamental ekonomi, namun kondisinya tetap terjaga sehingga bisa jadi prospek pemulihan perekonomian.

"Tidak melihat risiko ke arah sana, dari sisi nilai tukar. Dengan kondisi fundamental sekarang, berapapun yang angka psikologis yang muncul, secara fundamental, tidak akan terjadi," jelas dia.

Berdasarkan analisa dari analis lembaga pemeringkat Standard and Poor`s, nilai tukar rupiah bisa mencapai angka tersebut, namun bagi Doddy angka tersebut bukan sebuah proyeksi.

Angka yang muncul hanya merupakan angka psikologis berdasarkan uji ketahanan (stress test), dan hal itu biasanya berdasarkan pengalaman depresiasi yang pernah terjadi.

"Angka itu adalah ... Baca halaman selanjutnya