Lanjutkan Misi Dagang, Kemendag Sasar Importir dari Selandia Baru

"Misi dagang tersebut dilakukan untuk meningkatkan ekspor berkelanjutan"
Kemendag (Net)

EKONOMI, KLIKPOSITIF -- Kementerian Perdagangan kembali melanjutkan misi dagang ke dua negara berbeda di benua Australia dan Asia. Misi dagang tersebut dilakukan mulai 16 Maret mendatang.

Dua negara yang disasar Kemendag adalah Selandia Baru dan Taiwan. Misi perdagangan tersebut seiring dengan kunjungan Presiden Joko Widodo.

Kunjungan ke Selandia Baru akan dilaksanakan pada 16 hingga 19 Maret 2018, sedangkan ke Taiwan dimulai pada 22 hingga 25 Maret mendatang.

Direktur Jenderal Pengembangan Ekspor Nasional (PEN) Arlinda mengatakan, misi dagang tersebut dilakukan untuk meningkatkan ekspor berkelanjutan.

"Misi dagang Kemendag kali ini akan melakukan penetrasi pasar ke Pasifik dan Asia Timur. Kemendag berupaya meningkatkan akses pasar lewat agar target pertumbuhan ekspor 11% dapat tercapai," katanya.

Dalam misi dagang Selandia Baru, Kemendag memboyong delegasi bisnis yang terdiri atas 23 pelaku usaha dari 16 perusahaan.

Pelaku usaha yang ikut serta ini bergerak di sektor furnitur, makanan dan minuman, produk agro, kopi, kelapa sawit dan turunannya, kertas dan alat tulis, energi, serta jasa tenaga kerja terampil.

Diketahui, tren perdagangan bilateral Indonesia dengan Negeri Kiwi dalam periode lima tahun (2012–2016) turun 3,69%.

Namun, kata Arlinda, kinerja naik tajam hingga 15,72% pada 2017 dibandingkan tahun 2016 menjadi USD1,19 miliar.

"Demi menggenjot ekspor ke Selandia Baru, misi dagang ini membawa pelaku usaha yang memproduksi produk-produk dengan tren ekspor positif dalam lima tahun terakhir di antaranya batu bara, produk kakao olahan, mebel kayu, dessicated coconut, dan produk kertas," jelas dia.

Rangkaian kegiatan selama misi dagang adalah forum bisnis, one-on-one business matching, dan kunjungan ke perusahaan importir besar di Selandia Baru.

"Delegasi bisnis akan melakukan pertemuan dengan buyer potensial di Selandia Baru. Harapannya, pelaku usaha ... Baca halaman selanjutnya