Sepanjang 2017, Jumlah Penumpang dan Angkutan Barang Melalui Penerbangan Meningkat

"Menurut catatan, peningkatan mencapai 8,4 persen"
Ilustrasi (KLIKPOSITIF/Ocky Anugrah Mahesa)

EKONOMI, KLIKPOSITIF -- Pemerintah mencatat, jumlah penumpang dan pengangkutan barang (kargo) melalui jasa penerbangan domestik terbilang meningkat pada tahun 2017 lalu.

Menurut catatan, peningkatan mencapai 8,4 persen. Dirjen Perhubungan Udara Kementerian Perhubungan Agus Santoso mengatakan jumlah penumpang domestik sepanjang 2017 mencapai 96.890.664 orang.

Namun jumlah itu jauh lebih tinggi ketimbang tahun 2016 lalu yang hanya 89.385.365 orang.

Kemudian di sektor pengangkutan barang (kargo) mencapai 729.194 ton sepanjang 2017 atau meningkat 1,8% dibandingkan dengan 2016 yang sebesar 715.936 ton.

"Kelancaran transportasi penduduk serta arus barang dan jasa merupakan salah satu faktor penentu keberhasilan pembangunan. Peningkatan produksi sektor transportasi udara, berarti transportasi penduduk serta arus barang dan jasa juga semakin lancar," jelas dia.

Dengan jumlah tersebut, market share penumpang domestik terbanyak dipegang Lion Air dengan jumlah 33.131.053 orang atau 34% dan disusul Garuda Indonesia dengan 19.601.133 penumpang atau 20%.

Di sisi lain, Agus berpendapat peranan angkutan udara bagi masyarakat Tanah Air sangat vital karena kondisi geografis yang berbentuk kepulauan.

Kelebihan angkutan udara adalah cepat, bisa terbang berkali-kali per hari ke berbagai tempat, dan sanggup menjangkau berbagai wilayah.

Di sisi lain, lanjutnya, faktor keselamatan, keamanan, dan kenyamanan tetap menjadi prioritas. Angkutan udara membuat pergerakan masyarakat serta barang dan jasa semakin bisa menjangkau ke seluruh pelosok Tanah Air dengan cepat.(*)

Sumber: Bisnis Indonesia