Industri Kosmetik Bisa Punya Nilai Tambah di Industri 4.0 Jika..

"Hal ini bertujuan guna menciptakan inovasi produk sesuai kebutuhan pasar"
Ilustrasi kosmetik (Net)

EKONOMI, KLIKPOSITIF -- Kementerian Perindustrian menilai, industri kosmetik dalam negeri melakukan riset dan pengembangan dengan lembaga riset dan perguruan tinggi.

Hal ini bertujuan guna menciptakan inovasi produk sesuai kebutuhan pasar saat ini.

"Industri kosmetik tidak bisa terpisahkan dengan sektor kreatif atau lifestyle, dan melibatkan keterkaitan antara IKM denganindustri besar," kata Menteri Perindustrian, Airlangga Hartarto.

Lebih lanjut, menurutnya sistem rantai pasok di industri kosmetik harus dibangun melalui hubungan yang saling menguntungkan dan membutuhkan.

Apalagi sebut Airlangga, saat ini telah memasuki era Industry 4.0, di mana akan terjadi transformasi digital yang mampu menciptakan nilai tambah di dalam industri kosmetik nasional.

"Pemanfaatan teknologi dan kecerdasan digital mulai dari proses produksi dan distribusi ke tingkat konsumen melalui e-commerce, memberikan peluang baru serta meningkatkan daya saing industri kosmetik nasional dengan adanya perubahan selera konsumen dan perubahan gaya hidup," paparnya.

Di samping itu, ia menambahkan, perlunya kegiatan promosi yang masif terhadap produk kosmetik lokal sehingga bisa semakin dikenal di pasar internasional.

"Generasi milenial kita juga menjadi kunci penting dalam inovasi pemasaran ini, yaitu lewat media sosial mereka karena lebih efektif dan less costly. Bahkan, di Korea, mereka konsisten memberikan paket kosmetik sebagai souvenir," jelasnya.

Airlangga mengungkapkan, di negara-negara ASEAN sendiri sudah mulai fokus mengembangkan potensi wellness industry, yang meliputi industri farmasi, herbal, dan kosmetik.

"Maka kita juga tidak boleh ketinggalan. Kita bersaing dengan market leader di Asia, yaitu Korea. Pada saat yang sama, Thailand juga tengah melakukan ... Baca halaman selanjutnya