Menperin: Industri Makanan dan Minuman Jadi Percontohan Implementasi Industry 4.0

"Kinerja positif yang terus ditunjukkan oleh industri makanan dan minuman nasional belakangan ini "
Ilustrasi (Net)

EKONOMI, KLIKPOSITIF -- Kementerian Perindustrian menetapkan industri makanan dan minuman Indonesia sebagai salah satu sektor manufaktur nasional yang telah siap menjadi percontohan terhadap penerapan teknologi Industry 4.0.

Menteri Perindustrian, Airlangga Hartarto mengatakan kinerja positif yang terus ditunjukkan oleh industri makanan dan minuman nasional belakangan ini membuka peluang daya saing global.

"Potensi industri mamin di Indonesia bisa menjadi champion, karena supply dan user-nya banyak. Untuk itu, kuncinya di industri mamin adalah food innovation and security," katanya.

Kemenperin mencatat, nilai ekspor produk makanan dan minuman nasional pada tahun 2017 mengalami peningkatan di tengah persaingan global.

Peningkatan ekspor makanan dan minuman tercatat dengan capaian sebesar USD11,5 miliar, naik dibanding tahun 2016 yang berada di angka USD10,43 miliar.

Sementara itu, laju pertumbuhan industri makanan dan minuman pada tahun 2017 mencapai 9,23 persen, jauh diatas pertumbuhan PDB nasional sebesar 5,07 persen.

Bahkan, peran industri makanan dan minuman terhadap PDB sebesar 6,14 persen dan terhadap PDB industri nonmigas mencapai 34,3 persen, memberikan kontribusi tertinggi dibandingkan sektor lainnya pada tahun 2017.

Kemudian untuk investasi, PMDN di industri makanan dan minuman mencapai Rp38,5 triliun, sedangkan PMA USD1,97 miliar.

Selain itu, sektor industri makanan dan minuman juga mampu menyerap banyak tenaga kerja, yakni lebih dari 3,3 juta orang.(*)

Sumber: Kemenperin