Pemerintah Optimis Penerimaan Pajak Penghasilan Tahun Ini Meningkat

"Penerimaan pajak penghasilan pada tahun 2017 lalu hanya Rp7,81 triliun"
Ilustrasi (Net)

EKONOMI, KLIKPOSITIF -- Pemerintah meyakini bahwa angka penerimaan pajak penghasilan akan semkain meningkat di tahun 2018 ini.

Menurut data Direktorat Jenderal Pajak, penerimaan pajak penghasilan pada tahun 2017 lalu hanya Rp7,81 triliun atau 0,7 persen dari total penerimaan pajak keseluruhan.

Optimisme penerimaan pajak tersebut bisa dilakukan dengan merubah porsi penerimaan yang dimulai secara perlahan.

"Perlahan-lahan struktur ini akan kita ubah, dari PPh pasal 25/29 orang pribadi yang harus lebih tinggi porsinya," kata
Direktur Penyuluhan Pelayanan dan Hubungan Masyarakat Direktorat Jenderal (Ditjen) Pajak Kementerian Keuangan Hestu Yoga Saksama.

Dilansir dari Bisnis Indonesia, PPh tersebut merupakan pajak yang berasal dari penghasilan sewa tanah dan/atau bangunan, penjualan tanah dan/atau bangunan, hadiah undian, dividen, Sisa Hasil Usaha Koperasi (SHU), dan lain-lain.

Dengan kata lain, WP yang dikenakan pajak tersebut adalah orang-orang kaya yang memiliki aset bernilai tinggi.

Namun, ia menjelaskan, rendahnya porsi penerimaan pajak dari PPh tersebut, tidak bisa disimpulkan bahwa mereka (orang kaya) tidak taat pajak.

Sebab, hal itu bisa dibuktikan saat setelah tax amnesty usai, dimana pertumbuhan penerimaan PPh pasal 25/29 meningkat 47,32% menjadi Rp7,83 triliun, atau lebih baik dari pertumbuhannya pada 2016 yakni -35,66%.

Disamping itu, menurutnya, saat ini banyak WP yang tercatat dikenakan PPh tersebut adalah direktur di perusahaan, yang mana penghasilan mereka juga berupa gaji yang telah dikenakan dalam PPh pasal 21.

"Jadi, masuknya ke sana (PPh pasal 21), dan Rp7,9 triliun itu kan hanya residual-nya, yang ketika pada akhir tahun udah digaji," jelas dia.

Berdasarkan data dijelaskan, bahwa penerimaan pajak PPh pasal 21 mencapai Rp117,76 triliun, atau 10,2% dari total penerimaan pajak.(*)

Sumber: Bisnis.com