Solusi Jitu Archandra Tahar Jaga Pasokan Minyak Indonesia

"Kapasitas kilang nasional saat ini sekitar 1 juta barel per hari (bph)"
Ilustrasi kilang minyak (Net)

EKONOMI, KLIKPOSITIF -- Wakil Menteri Energi dan Sumber Daya Mineral (ESDM) Archandra Tahar punya solusi jitu untuk menjaga kestabilan pasokan minyak mentah negara.

Ia mengatakan, saat ini Indonesia lebih baik membangun kilang minyak sendiri ketimbang impor, sebab hal itu dinilai lebih efisien dan murah.

Atas dasar tersebut, pemerintah berkomitmen menyelesaikan proyek modifikasi kilang (Refinery Development Master Plan/RDMP) dan pembangunan kilang baru.

Menurutnya, kilang merupakan bisnis blue ocean bukan red ocean. Artinya, pembangunan kilang di Indonesia tidak mengganggu negara lain karena pasarnya ada di negara sendiri.

"Kita bikin kilangnya, kita tidak mengganggu karena untuk memenuhi kebutuhan kita sendiri dalam rangka energy security," katanya.

Ia menjelaskan, kapasitas kilang nasional saat ini sekitar 1 juta barel per hari (bph), dimana setiap harinya mampu mengolah minyak mentah sekitar 800 ribu bph.

Sementara, produksi minyak mentah nasional ada di kisaran 800.000 bph, 400.000 bph diantaranya adalah hak pemerintah.

"Kalau kita lihat produksi (minyak mentah) kita 800.000 bph, yang benar-benar menjadi hak pemerintah hanya sekitar 400.000 (bph), sisanya hak KKKS (Kontraktor Kontrak Kerja Sama) yang bisa dijual kemana saja (ekspor). Sehingga untuk pengolahan di kilang kita masih butuh 400.000 (bph) lagi dari impor," papar Arcandra.

Dengan kebutuhan 1,6 hingga 1,7 juta bph produk minyak olahan per harinya, kata Arcandra, Indonesia masih masih kurang sekitar 900.000 bph.

"Perbedaan antara kalau kita impor (produk olahan) dengan produk kilang (sendiri) ini mencapai 5 persen. Kalau dihitung dari harga produk RON 92 di kisaran USD 72-74 per barel, maka spread-nya sekitar USD 3,5 per barel, sehari kira-kira USD 3 juta, atau sekitar USD 1 miliar setahun. Jadi, kalau mau bikin kilang atau impor, ya (pilih) kilang," ungkapnya.

Menurut Arcandra, Pemerintah melalui ... Baca halaman selanjutnya