Kenaikan Harga Bahan Bakar Dorong Inflasi di Kota Bukittinggi

Ilustrasi
Ilustrasi (Net)

PADANG, KLIKPOSITIF -- Badan Pusat Statistik Sumatera Barat mencatat, laju inflasi di kota itu mencapai 0,28 persen pada bulan Maret 2018.

Dari persentase tersebut terjadi peningkatan Indeks Harga Konsumen (IHK) dari 128,69 pada bulan Februari 2018 menjadi 129,05 pada bulan Maret 2018.

Menurut catatan, laju inflasi tahun kalender sampai bulan Maret 2018 sebesar 0,80 persen dan laju inflasi year on year (Maret 2018 terhadap Maret 2017) adalah sebesar 2,17 persen.

Baca Juga

Di Kota Bukittinggi, inflasi juga terjadi pada semua kelompok pengeluaran yaitu kelompok bahan makanan sebesar 0,69 persen.

Selanjutnya kelompok makanan jadi, minuman, rokok dan tembakau sebesar 0,16 persen, dan yang menariknya adalah peningkatan pengeluaran pada kelompok perumahan, air, listrik, gas dan bahan bakar yang mencapai sebesar 0,09 persen.

Kemudian kelompok sandang sebesar 0,15 persen, kelompok kesehatan sebesar 0,17 persen, kelompok pendidikan, rekreasi dan olah raga sebesar 0,01 persen dan kelompok transportasi, komunikasi dan jasa keuangan sebesar 0,23 persen.

Pengaruh kenaikan harga bahan bakar terhadap laju inflasi tersebut, juga dibuktikan dengan sumbangan persentase inflasi pada sektor komoditas.

Dimana jika lebih dirinci, perubahan harga bahan bakar jenis bensin mencapai 0,89 persen dan menyumbang 0,03 persen terhadap laju inflasi di Bukittinggi.

Sektor bahan bakar tersebut berada di peringkat ketiga. Sedangkan yang berkontribusi besar terhadap inflasi adalah perubahan harga cabai merah.

Data menjelaskan, bahwa perubahan harga cabai merah di Bukittinggi mencapai 4,19 persen dan menyumbang 0,10 persen terhadap laju inflasi.

Di peringkat kedua terdapat Belut, dengan perubahan harga mencapai 10,87 persen dan menyumbang 0,04 persen pada bulan Maret 2018.(*)

Penulis: Ocky Anugrah Mahesa | Editor: -