Libur Panjang Lebaran Momentum Genjot Ekonomi Kreatif Daerah

"Saya menyambut positif penambahan libur lebaran tahun ini. Ini harus dijadikan momentum menggenjot ekonomi kreatif di daerah"
Ilustrasi (KLIKPOSITIF / Eko Fajri)

KLIKPOSITIF -- Keputusan pemerintah menambah libur lebaran dari tanggal 11-20 Juni 2018 harus dimanfaatkan untuk menggenjot ekonomi kreatif. Momentum ini harus ditangkap pemerintah daerah dan stakeholder ekonomi kreatif.

Anggota Komisi X DPR RI Anang Hermansyah mengatakan libur panjang lebaran harus disambut dengan positif untuk meningkatkan geliat perekonomian di daerah.

“Saya menyambut positif penambahan libur lebaran tahun ini. Ini harus dijadikan momentum menggenjot ekonomi kreatif di daerah. Lebaran momentum orang kota pulang kampung ke daerah,” papar Anang dalam dalam rilis yang dilansir dari laman Parlementaria.

Politisi PAN itu tidak sependapat dengan anggapan bila liburan panjang lebaran akan menurunkan produktifitas perekonomian. Menurut dia, momentum libur lebaran menjadi waktu yang tepat untuk meningkatkan ekonomi kreatif di daerah.

“Daerah harus memperkuat sektor pariwisata dan sektor kuliner saat momentum lebaran. Saatnya daerah memaksimalkan momentum ini dengan perkuat fasilitas dan pelayanan di tempat wisata dan kuliner,” jelas Anang.

Menurutnya, pemerintah pusat dan pemerintah daerah serta stakholder kreatif di daerah harus menyiapkan secara maksimal untuk menyambut kehadiran para pemudik dengan menawarkan program-program terobosan.

“Misalnya, program diskon tiket moda transportasi selama lebaran khusus ke daerah, atau diskon hotel-hotel di daerah. Tujuannya agar liburan panjang ini memberi dampak positif bagi daerah. Ekonomi kreatif akan terangkat,” saran Anang.

Lebih lanjut politisi dapil Jatim ini mengatakan data penyebaran ekonomi kreatif tahun 2016 menunjukkan pertumbuhan ekraf di daerah tidak merata secara nasional. Menurut dia, hanya lima provinsi yang mengalami pertumbuhan di atas 10 persen yakni Jawa Barat (33,56 persen), Jawa Timur (20,85 persen), Banten (15,66 persen), Jawa Tengah (14,02 persen), dan Jakarta (10,50 ... Baca halaman selanjutnya