Memasuki Era Exponential, Pemimpin Perusahaan Harus Punya Ini

"Kondisi seperti itu ditandai dengan adanya revolusi teknologi digital"
Ilustrasi (Star12 Community)

EKONOMI, KLIKPOSITIF -- Saat ini banyak perusahaan hebat yang memiliki peningkatan revenue, PBV (Price Book Value) aman, financialnya sehat, cabangnya terus bertambah begitu juga karyawan semakin banyak, namun tiba-tiba collapse.

Sebut saja perusahaan kaliber dunia semisal Toys R US, Kodak, Disc Tara, Payless Gymboree harus gulung tikar. Hal ini diduga akibat gelombang perubahan yang sangat besar yang me-disrupt model bisnis yang ada.

Kondisi seperti itu ditandai dengan adanya revolusi teknologi digital, atau yang lebih awam dikenal Internet of Things ( IoT), disamping preferensi pelanggan pun berubah drastis, mereka ingin lebih cepat, murah dan lebih nyaman.

Selain ritel, industri lainnya pun akan berdampak, seperti perbankan. Industri pendidikan pun juga akan terpengaruh. Kampus juga mulai digantikan online learning.

Kampus di Inggris dan Amerika Serikat bisa bertahan karena mahasiswa yang datang dengan beasiswa yang berasal dari negara berkembang.

Bisnis transportasi pun mengalami disrupsi, terutama taksi. Ketua Organisasi Angkutan Darat (Organda) DKI Jakarta Shafruhan Sinungan menyatakan, jumlah perusahaan taksi turun drastis.

Dari 35 perusahaan di Jakarta, kini hanya tinggal empat yang masih aktif mengoperasikan armadanya karena kalah bersaing dengan transportasi online.

Dengan kondisi seperti ini, pelanggan-lah yang paling beruntung karena dimudahkan dalam memesan transportasi, dengan harga yang lebih murah dan kenyamanan pun bertambah.

Praktisi SDM dari Kubik Leadership Jamil Azzaini menilai kunci agar dapat bertahan adalah dengan membaca situasi yang ada dengan cepat dan melakukan perubahan dengan cepat pula.

Menurut Jamil hanya ada dua kemungkinan yang terjadi di era exponential ini. Pertama, untuk perusahaan yang sudah memiliki ekosistem dan teknologi besar, akan merajai industrinya.

Semua akan disapu bersih. Baru kejadian di April ini, Uber di ambil Grab. ... Baca halaman selanjutnya