Teror Bom Tidak Menganggu Distribusi Pasokan Pangan

Ilustrasi
Ilustrasi (KLIKPOSITIF/Hatta Rizal)

EKONOMI, KLIKPOSITIF -- Badan Urusan Logistik memastikan pasokan kebutuhan bahan pangan tetap aman meskipun Indonesia saat ini tengah dirundung teror bom yang bermula dengan kejadian di tiga gereja di Surabaya, Minggu 13 Mei lalu.

Hal itu dikatakan oleh Direktur Utama Bulog , Budi Waseso. Ia mengatakan, meskipun dengan kondisi saat ini, pengiriman pasokan bahan pangan tetap bisa dilakukan.

Sebab, Bulog kata dia, bekerjasama dengan aparat penegak hukum untuk melakukan pengamanan khusus untuk jalur distribusi dan gudang stok pangan agar tidak ada teror yang mengancam ketersediaan pangan di dalam negeri.

Baca Juga

"Tidak ada pengaruhnya, semua kami pastikan aman," katanya. Sejauh ini, tidak ada ancaman yang berarti dalam pengiriman barang ke daerah.

"Ada (pengamanan). Bukan ancaman. Yang pasti kan ancaman dari orang yang menginginkan barang itu tidak ada di lapangan," tambahnya.

Menurut dja, ancaman teror bom yang terjadi saat ini bukan menjadi ancaman yang berarti bagi Bulog .

“Nggak. Jangan kita terlalu berlebihan. Nggak (bukan ancaman)," ujarnya.

Seperti diketahui, saat inj masyarakat tengah diresahkan dengan kasua teror bom yang terjadi di Surabaya pada Minggu 13 Mei dan Senin 14 Mei 2018.

Teror yang pertama terjadi di Gereja Santa Matia Tak Bercela di Jalan Ngagel, Gereja Pantekosta di Jalan Arjuno, dan Gereja Krusten Indonesia (GKI).

Dalam peristiwa itu, setidaknya 14 orang meninggal dunia. Bahkan, sekitar 43 orang mengalami luka-luka.

Tak berselang lama, kejadian pun terjadi ledakan bom di rumah susun (Rusun) belakang polsek Taman Sepanjang, Sidoarjo. Adapun korban jiwa sebanyak lima orang dengan dugaan korban merupakan satu keluarga.

Adapun korban yakni inisial A, istri dan anaknya meninggal dunia. Sementara dua anak lainnya masih dirawat dirumah sakit.

Kemudian, pada Senin 14 Mei, ledakan Bom, juga terjadi di Polrestabes Surabaya. Akibat kejadian itu, dari informasi, empat orang meninggal dunia akibat aksi bom bunuh diri tersebut.(*)

Sumber: Suara.com

Baca Juga

Penulis: Ocky Anugrah Mahesa