Antisipasi Calo, BI Sumbar Batasi Jumlah Penukaran Uang Kartal

"Hal tersebut dilakukan agar praktek penjualan uang di pinggir jalan tidak lagi beroperasi"
Ilustrasi (KLIKPOSITIF/Halbert Chaniago)

PADANG, KLIKPOSITIF -- Bank Indonesia perwakilan Sumatera barat membatasi jumlah penukaran uang kartal untuk kebutuhan lebaran tahun ini, demi mengantisipasi calo.

Kepala Bank Indonesia perwakilan Sumatera Barat, Endi Dwi Tjahyono mengatakan bahwa hal tersebut dilakukan agar praktek penjualan uang di pinggir jalan tidak lagi beroperasi.

Meskipun begitu, ia mengakui bahwa praktek itu tidak akan pernah bisa diantisipasi sepenuhnya.

Baca Juga: Bank Indonesia Wilayah Sumbar Siapkan 3,8 Triliun untuk Penukaran Uang

"Hanya cara ini yang bisa kami lakukan untuk mengantisipasi para penjual uang tersebut, karena tidak ada sanksi pidananya," katanya kepada KLIKPOSITIF, Senin 21 Mai 2018.

Menurut Endy, pihaknya tidak bisa mengawasi praktek penjualan uang kartal yang kerap ditemukan di pinggiran jalan Diponegoro, Kota Padang tersebut.

Baca Juga: Kepala Bank Indonesia Sumbar: Penukaran Uang di Jalan Itu Riba

"Diharapkan dengan pembatasan ini praktek penukaran uang di pinggir jalan melalui jasa calo bisa berkurang," sebut dia.

Dalam pembatasan tersebut, Bank Indonesia hanya mengizinkan penukaran uang pecahan Rp10 ribu ditukarkan menjadi uang sebanyak satu juta rupiah maksimal.

Pecahan Rp20 ribu maksimalnya 2 juta rupiah, pecahan Rp5 ribu maksimal 500 ribu rupiah, pecahan Rp2 ribu maksimal 200 ribu rupiah dan pecahan seribu rupiah maksimal 100 ribu rupiah.

[Halbert Chaniago]